KabarBaik.co, Nganjuk – Langkah nyata perbaikan infrastruktur kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), setelah ruas jalan penghubung antara Desa Sonobekel ke arah Plosoharjo dan Kepanjen kini berubah halus dan mulus berkat peningkatan kualitas menggunakan aspal hotmix.
Kegiatan ini menjadi kabar paling menggembirakan bagi warga setempat, yang selama bertahun-tahun harus berjuang melewati jalan rusak demi menjalani aktivitas sehari-hari maupun menyalurkan hasil bumi.
“Kurang lebih ada sekitar 600 meter jalan yang menghubungkan Sonobekel, dan ke selatan menuju Plosoharjo serta Kepanjen, selesai dengan aspal hotmix,” ungkap Onny Supriyono, Plt Kepala Dinas PUPR Nganjuk, Senin (11/5)
Sebelumnya, kondisi ruas jalan ini sangat memprihatinkan, berlubang dan permukaannya terkelupas habis. Padahal, jalur ini memiliki peran sangat strategis dan vital, menjadi akses utama penggerak perekonomian desa sekaligus jalur distribusi utama hasil panen pertanian warga menuju pasar.
Kerusakan parah ini kerap menghambat aktivitas, terutama saat musim hujan jalan berubah becek licin, dan saat kemarau dipenuhi debu tebal yang mengganggu kesehatan dan kenyamanan.
“Selama ini warga harus merasakan jalan yang berlubang, penuh kerikil tajam, dan terkesan mengelupas tanpa aspal. Ini kan satu-satunya akses perekonomian untuk menjual hasil panen, ke area persawahan, serta jalan untuk anak-anak sekolah,” jelas Jamal, tokoh masyarakat setempat yang sudah lama berharap jalur ini dibenahi.
Kini, setelah proses pengaspalan tuntas dikerjakan, wajah jalan itu berubah total. Permukaannya rata, halus, dan kokoh, siap dilewati berbagai jenis kendaraan mulai dari sepeda motor, mobil angkutan hasil bumi, hingga kendaraan warga sekolah. Beban berat yang selama ini terasa perlahan hilang, keluhan debu, lumpur, hingga risiko kecelakaan pun otomatis lenyap seiring berubahnya wajah jalur penghubung ini.
“Warga masyarakat yang ada di sekitaran sebagian besar menggantungkan hidupnya di sektor pertanian, sehingga kebutuhan akses jalan yang baik menjadi prioritas utama,” pungkas Jamal mewakili harapan dan rasa syukur seluruh warga.
Pembangunan jalan usaha tani ini diharapkan tak sekadar memudahkan perjalanan, tapi menjadi pintu kemajuan ekonomi desa. Biaya angkut hasil panen diprediksi akan turun drastis, waktu tempuh lebih cepat, dan kesejahteraan petani perlahan meningkat berkat akses yang kini sudah mulus dan layak.
Infrastruktur yang baik kembali terbukti menjadi fondasi utama dalam memajukan desa dan menyejahterakan masyarakat, sekaligus bukti nyata perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar warga.






