KabarBaik.co – Pemkab Situbondo menyebut ada sebantak 1.500 jiwa di Desa Patemon dan Desa Wringinanom, Kecamatan Jatibanteng, kini dalam kondisi memprihatinkan setelah terisolasi total akibat bencana alam.
Putusnya dua jembatan utama menyebabkan mobilitas warga lumpuh total sejak Sabtu (24/1).
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo (Mas Rio), meninjau langsung lokasi terdampak dengan menyusuri aliran sungai, mengingat jalur darat sudah tidak lagi bisa dilalui kendaraan maupun pejalan kaki.
“Kondisinya sudah sangat mendesak. Ada 1.500 jiwa yang benar-benar terjebak dan tidak bisa ke mana-mana. Ini harus segera ditangani,” tegas Rio, Minggu (25/1).
Penanganan Darurat dan Kendala Anggaran
Sebagai langkah awal, Pemkab Situbondo telah mendistribusikan bantuan logistik berupa sembako untuk memastikan ketahanan pangan warga.
Namun, Rio mengakui bahwa perbaikan infrastruktur permanen memerlukan dukungan lebih besar.
“Kami tetap melakukan penanganan darurat di tengah keterbatasan. Untuk pembangunan kembali jembatan, kami akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat karena keterbatasan anggaran daerah,” tambahnya.
Beby Syaifullah, warga setempat, mengungkapkan bahwa dua jembatan yang putus berada di Dusun Wringin dan Dusun Krajan.
Dampaknya sangat terasa pada aktivitas ekonomi warga yang kini tidak bisa pergi ke pasar di wilayah Jatibanteng maupun Besuki.
“Ini satu-satunya akses. Tidak ada jalan pintas. Sekitar 150 KK di Dusun Krajan kini tidak bisa belanja kebutuhan pokok karena jembatannya hilang,” keluh Beby.(*)







