KabarBaik.co, Mataram – Aksi unjuk rasa mahasiswa diwarnai kericuhan saat massa berunjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Tinggi NTB yang mendesak aparat dan pihak terkait segera mengusut dugaan gratifikasi yang menyeret 15 anggota DPRD NTB, Kamis (2/4).
Dalam aksi tersebut, mahasiswa sempat membakar ban bekas dan memaksa masuk. Peserta aksi sempat terlibat saling dorong dengan aparat keamanan setelah tuntutan mereka agar proses hukum dipercepat belum mendapat jawaban tegas. Situasi sempat memanas sebelum akhirnya berhasil dikendalikan.
Di tengah ketegangan, perwakilan pihak terkait menyampaikan bahwa setiap perkembangan dalam proses persidangan akan disampaikan kepada publik.
“Jika nanti ditemukan fakta-fakta baru di persidangan, tentu akan kami sampaikan ke publik. Aspirasi teman-teman juga akan kami teruskan ke pimpinan,” ujar petugas.

Namun, pernyataan tersebut belum mampu meredam emosi massa yang terus mendesak agar 15 anggota dewan yang diduga terlibat segera diproses hukum secara transparan.
Sebagai bentuk tekanan, mahasiswa menyerahkan “kado” simbolis berupa poster bergambar 15 anggota DPRD NTB yang mereka duga menerima gratifikasi.
Mahasiswa menegaskan, aksi tersebut merupakan bentuk peringatan agar aparat penegak hukum tidak lamban dalam menangani kasus yang dinilai mencederai kepercayaan publik.
Aksi akhirnya berangsur kondusif setelah dilakukan negosiasi yang dibantu aparat dari TNI. Namun mahasiswa memastikan akan kembali turun ke jalan jika tuntutan mereka tidak segera ditindaklanjuti.(*)






