Atasi Sedimentasi dan Sampah, Pemkab Sidoarjo Masifkan Normalisasi Sungai

oleh -503 Dilihat
WhatsApp Image 2026 04 02 at 2.00.48 PM
Alat berat lakukan Normalisasi sungai (istimewa)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Pemkab Sidoarjo terus mengintensifkan normalisasi sungai sebagai langkah strategis menekan risiko banjir sekaligus menjaga kebersihan lingkungan. Bupati Sidoarjo, Subandi, memerintahkan jajarannya untuk fokus menangani sungai yang mengalami sedimentasi maupun penumpukan sampah.

Dalam beberapa hari terakhir, normalisasi dilakukan di sejumlah titik dengan menurunkan alat berat. Di antaranya anak Avur Kemambang di Kelurahan Urang Agung, saluran Purboyo Desa Kepuhkemiri, hingga saluran MK Dungus. Sampah yang berhasil diangkat dari lokasi tersebut kemudian diangkut ke TPA Jabon.

Bupati Subandi menegaskan kegiatan ini merupakan bagian dari strategi penanganan banjir secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir. Menurutnya, sedimentasi dan tumpukan sampah menjadi penyebab utama terganggunya aliran air.

“Endapan lumpur dan sampah yang menumpuk bisa menyumbat aliran air. Saat hujan deras, ini berpotensi menyebabkan sungai meluap. Karena itu, normalisasi kami lakukan untuk mengembalikan kapasitas sungai,” ujarnya, Kamis (2/4).

Selain di lokasi tersebut, normalisasi juga dilakukan di saluran Ketawang Desa Jumputrejo dengan dukungan armada, saluran Kedungkampil Desa Kedungkampil, serta saluran MK Desa Kebonanom.

Subandi menjelaskan normalisasi tidak hanya berdampak pada pencegahan banjir, tetapi juga memperlancar aliran air yang selama ini terganggu akibat pendangkalan. Kondisi sungai yang dangkal membuat arus air melambat dan berpotensi menimbulkan genangan di wilayah permukiman.

“Dengan pengerukan dan pembersihan, aliran air menjadi lebih lancar sehingga bisa mengurangi risiko genangan di wilayah permukiman,” jelasnya.

Subandi menyebut pembersihan sampah di saluran air turut berdampak pada peningkatan kualitas lingkungan. Selama ini, sampah yang menumpuk menjadi salah satu sumber pencemaran dan menimbulkan bau tidak sedap.

“Kalau sungai bersih, kualitas air ikut membaik dan ekosistem tetap terjaga. Ini penting untuk keberlanjutan lingkungan kita,” tambahnya.

Di sisi lain, normalisasi juga dinilai penting untuk mencegah pendangkalan sungai akibat sedimentasi berlebih serta melindungi infrastruktur di sekitar aliran sungai, seperti jembatan, tanggul, dan permukiman warga.

“Upaya ini tidak akan maksimal tanpa dukungan masyarakat. Mari kita jaga bersama agar sungai tetap bersih dan berfungsi dengan baik,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.