Amerika Serikat Resmi Menarik Diri Dari Perjanjian Iklim Paris

oleh -200 Dilihat
Presiden AS Donald Trump menunjukkan dokumen Board of Peace yang ditandatanganinya di sela-sela acara WEF 2026 (ANTARA/Xinhua/Lian Yi/aa)

KabarBaik.co – Amerika Serikat pada Selasa secara resmi menarik diri dari perjanjian iklim Paris, kerangka kerja internasional utama untuk memerangi pemanasan global, sesuai dengan deklarasi Presiden Donald Trump setahun yang lalu.

Penarikan diri oleh Amerika Serikat, negara penghasil gas rumah kaca terbesar kedua di dunia setelah China, kemungkinan akan memberikan pukulan lebih lanjut terhadap upaya untuk mengatasi perubahan iklim.

Pada hari pertamanya kembali menjabat sebagai presiden pada Januari tahun lalu, Trump mengarahkan agar Amerika Serikat keluar dari perjanjian 2015, seperti yang dilakukannya pada November 2020 di bawah pemerintahan pertamanya.

Amerika Serikat bergabung kembali dengan pakta tersebut sekitar tiga bulan kemudian setelah Joe Biden menjabat pada 2021.

Namun, penarikan diri untuk kedua kalinya, yang diperkirakan akan tetap berlaku setidaknya selama tiga tahun tersisa dari masa kepresidenan Trump saat ini, akan semakin mempersulit komunitas internasional untuk mencapai tujuan membatasi kenaikan suhu rata-rata global hingga 1,5 derajat Celcius di atas tingkat pra-industri.

Dalam pidatonya yang berlangsung hampir satu jam di Majelis Umum PBB pada September tahun lalu, Trump menepis bahaya perubahan iklim, menyebutnya sebagai “penipuan terbesar yang pernah dilakukan terhadap dunia.”

Awal bulan ini, Trump mengatakan Amerika Serikat berencana untuk menarik diri dari Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim, yang diadopsi pada 1992, yang telah memberikan landasan hukum untuk kesepakatan Paris.

Penarikan diri Trump dari kerja sama iklim dan multilateralisme kemungkinan akan berarti waktu yang cukup lama dibutuhkan bagi Amerika Serikat untuk bergabung kembali dengan kesepakatan tersebut di bawah pemerintahan AS yang baru.

Kesepakatan tersebut, yang diadopsi pada 2015 dan mulai berlaku pada tahun berikutnya, telah diratifikasi oleh hampir 200 negara dan wilayah. Ini adalah perjanjian global pertama yang mewajibkan semua negara, terlepas dari tingkat perkembangannya, untuk menetapkan target pengurangan gas rumah kaca. (ANTARA)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.