Geram Trump ke Iran hingga Blokade Selat ‘Emas Hitam’

oleh -53 Dilihat
ilustrasi Selat Hormuz 1.jpg
Kapal di Selat Hormuz (Selat Hormuz. ANTARA/Anadolu/py.)

KabarBaik.co – Amerika Serikat (AS) dan Iran bersepakat melakukan gencatan senjata selama dua minggu pada Selasa (7/4). Selama masa itu, digelar sebuah perundingan di Islamabad, Pakistan.

Pakistan memang menjadi mediator dalam gencatan senjata tersebut. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengundang langsung delegasi kedua negara untuk datang ke Islamabad.

Delegasi Iran diwakili oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf dan didampingi Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi serta sejumlah pejabat lain. Sementara AS mengirimk Wakil Presiden JD Vance, Utusan Khusus Steve Witkoff, dan menantu Trump, Jared Kushner.

Dalam perundingan, Pakistan mengajukan 10 proposal seperti hak pengayaan uranium (nuklir), pencabutan sanksi, penarikan pasukan AS dari kawasan teluk, hingga kendali atas Selat Hormuz.

Hasil perundingan yang digelar 12-13 April tersebut gagal. Tak tercapai kata sepakat dalam perundingan ‘Islamabad Talks’ tersebut. Nuklir dan Selat Hormuz disebut menjadi ganjalan dalam perundingan. Delegasi kedua negara pun angkat kaki dari Pakistan tanpa hasil.

Gagalnya perundingan itu membuat Presiden AS Donald Trump berang. Tak lama setelahnya, Trump membuat perintah untuk memblokade Selat Hormuz. Trump membalas apa yang dilakukan Iran terhadap kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz yang disebutnya sebagai pemerasan.

Trump melakukan blokade di perairan internasional. Trump menambahkan Angkatan Laut AS akan memblokade semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz hingga semua pihak diizinkan masuk dan keluar.

“Saya juga telah menginstruksikan Angkatan Laut kami untuk mencari dan mencegat setiap kapal di perairan internasional yang membayar upeti kepada Iran. Tidak ada pihak mana pun yang membayar bea masuk ilegal akan mendapatkan jalur aman di laut lepas,” ucap Trump.

Bahkan Trump mengancam akan menenggelamkan kapal-kapal Iran jika mereka mendekati blokade Selat Hormuz yang diberlakukan AS.

Ancaman Trump memblokade Selat Hormuz langsung membuat harga minyak dunia naik. Harga minyak global melonjak 8 persen. Harga minyak mentah Brent mencapai 102 dolar AS (Rp 1,7 juta) per barel, menurut data perdagangan.

Pada Minggu (12/4) pukul 22:01 GMT atau Senin pukul 05.01 WIB, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni secara berjangka diperdagangkan naik 7,76 persen dari penutupan sebelumnya 102,59 dolar AS per barel; sementara harga minyak mentah WTI berjangka Mei naik 8,2 persen menjadi 104,51 dolar AS (sekitar Rp 1,7 juta).

Pengiriman melalui Selat Hormuz langsung terhenti setelah adanya blokade tersebut. Lalu lintas yang sebelumnya sudah beroperasi pada tingkat terbatas tiba-tiba berhenti total karena kapal-kapal mulai berbalik arah di Selat Hormuz.

Blokade itu mendapat protes keras dari sejumlah negara. China murka dengan mengatakan blokade Selat Hormuz adalah hal yang tak bertanggung jawab. Sementara Arab mendesak AS agar segera membuka blokade dan kembali membuka perundingan dengan Iran. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.