KabarBaik.co, Banyuwangi – Satu jemaah haji asal Banyuwangi meninggal dunia di tanah suci. Jemaah itu bernama Patonah, 71 tahun, yang tergabung dalam SUB kloter 82, beralamat di Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar.
Sebelumnya, Patonah tidak sadarkan diri ketika berada di tenda Mina, Kamis (28/5). Beredar kabar bahwa ia meninggal dunia saat itu. Namun ternyata ia dirawat di RS Mina Al Wadi.
Setelah beberapa hari dirawat, kabar duka datang pada Minggu (13/5) ini. Patonah dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.
“Benar, berdasarkan info dari KKHI yang kami terima pukul 16.45 WAS (waktu Arab Saudi) ibu Patonah meninggal dunia,” kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenhaj Banyuwangi, Imam Mustakim, Minggu (31/5).
Patonah diketahui mengalami penurunan kondisi fisik setelah menjalani serangkaian aktivitas ibadah di Arafah, Muzdhalifah, dan Mina (Armuzna), yang memang dikenal sangat menguras tenaga, terutama bagi jemaah lanjut usia.
Karena fisiknya yang melemah, saat berada di Arafah Patonah mengikuti skema murur (melintas di Muzdalifah tanpa menginap). Tak hanya itu, demi menjaga keselamatan dan kesehatannya, pelaksanaan lempar jumrahnya juga dibadalkan (diwakilkan) oleh rekan sejawatnya.
Namun, pada malam hari kondisi Patonah kembali memburuk secara progresif hingga memasuki fase kritis pada pagi hari. Dalam situasi lapangan tersebut, dokter kloter menilai jemaah telah meninggal berdasarkan kondisi klinis saat itu.
Setelah diperiksa kembali oleh dokter dari Arab Saudi, jemaah diminta dirujuk menggunakan tandu ke Klinik Mina guna memastikan kondisi secara definitif.
Sesampainya di Klinik Mina, tim medis Saudi masih melakukan tindakan “code blue” atau resusitasi jantung paru karena dinilai masih terdapat kemungkinan tanda kehidupan atau peluang penyelamatan. Sayangnya semua upaya medis tidak menghalangi takdir Patonah wafat di tanah suci. (*)






