Tangis Syukur Guru PAUD di Tanah Suci, 17 Tahun Mengabdi Berbuah Hadiah Umrah dari Kapolri

oleh -210 Dilihat
Dewi Mentari, guru PAUD yang mendapatkan hadiah umrah dari Kapolri.
Tangis syukur di depan Ka'bah. Dewi Mentari, guru PAUD yang mendapatkan hadiah umrah dari Kapolri. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Mekkah – Ada momen yang tak pernah dibayangkan Dewi Mentari (37) sepanjang 17 tahun mengabdikan hidupnya sebagai guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Perempuan kelahiran Jakarta, 17 Agustus 1989 itu selama ini lebih akrab dengan ruang kelas sederhana, nyanyian anak-anak, serta lembar-lembar buku bergambar.

Di tengah pengabdiannya itu, terselip harapan besar bisa beribadah ke Tanah Suci Mekkah. Impian yang selama ini hanya tersimpan dalam doa itu akhirnya menjadi kenyataan, pada Juni 2026.

Berkat program umrah gratis yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara ke-80, Dewi berkesempatan menginjakkan kaki di Tanah Suci Mekkah. Momen paling membekas terjadi saat ia pertama kali melihat Ka’bah.

Air matanya langsung mengalir. “Haru… serasa mimpi. Pokoknya speechless,” ucap Dewi sambil berusaha menahan tangis melalui pesan singkat kepada awak media, Sabtu (27/6).

Perjalanan ibadah yang berlangsung pada 21-30 Juni 2026 itu menjadi pengalaman spiritual yang tak akan pernah ia lupakan.

“Alhamdulillah ya Allah. Semoga menjadi berkah dunia dan akhirat untuk Pak Listyo Sigit (Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Red). Saat pertama kali melihat Ka’bah, semua badan saya bergetar,” tutur guru PAUD keturunan Betawi-Medan yang kini tinggal di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan.

Bagi Dewi, kesempatan tersebut bukan sekadar perjalanan ke Tanah Suci. Ia menganggapnya sebagai hadiah atas perjalanan panjangnya mendidik anak-anak sejak 2009.

Selama hampir dua dekade, ia memilih tetap berada di dunia pendidikan usia dini. Mendampingi anak-anak mengenal huruf, angka, hingga belajar nilai-nilai kehidupan.

Program umrah gratis tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang diberikan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo melalui Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia (MPPI).

Ketua Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia Zandre Badak, mengatakan program wisata religi itu akan terus berlanjut. Pada 21 Agustus 2026, bertepatan dengan bulan Maulid Nabi Muhammad SAW, rencananya akan kembali diberangkatkan guru-guru TKA-TPA Alquran untuk menunaikan ibadah umrah.

Menurut Zandre, perhatian kepada masyarakat juga diwujudkan melalui berbagai program sosial lainnya. Salah satunya membantu guru mengaji di Palembang, Ustaz Zaini, 75, yang rumahnya sudah tidak layak huni dan berisiko roboh saat digunakan sebagai tempat belajar mengaji.

Selain itu, dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 juga direncanakan pembangunan Musala Presisi sebagai bagian dari program pengabdian Polri kepada masyarakat.

Bagi Dewi Mentari, seluruh rangkaian program itu mungkin akan dikenang banyak orang sebagai sebuah kegiatan sosial. Namun bagi dirinya, kenangan yang paling membekas adalah saat berdiri di hadapan Ka’bah untuk pertama kalinya.

Di tengah lautan manusia yang sama-sama memanjatkan doa, guru PAUD yang selama bertahun-tahun mengabdikan diri untuk mendidik generasi kecil itu hanya mampu menangis.

Tangis syukur, karena doa yang selama ini terasa begitu jauh akhirnya menjadi nyata.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.