KabarBaik.co, Banyuwangi – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meresmikan pabrik kemasan kaleng modern milik PT Sunrise Masami Internasional di Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Jumat (3/7). Pabrik berkapasitas 600 juta piece per tahun yang dibangun dengan investasi sekitar Rp 200 miliar dan menjadi satu-satunya pabrik kemasan kaleng yang ada di Jatim.
Khofifah mengatakan, investasi tersebut menjadi kabar baik bagi Jawa Timur karena memperkuat industri substitusi impor sekaligus mendukung hilirisasi sektor pengolahan. “Industri substitusi impor ini menjadi harapan baru. Setiap investasi akan mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, sekaligus memperkuat hilirisasi industri di Jawa Timur,” kata Khofifah.
Pabrik kemasan kaleng ini dibangun bekerjasama dengan investor Tiongkok.
Pabrik memiliki kapasitas produksi sekitar 50 juta kaleng per bulan atau setara 600 juta piece per tahun. Seluruh produksinya akan memasok kebutuhan industri pengolahan makanan, khususnya sektor perikanan, termasuk untuk pasar ekspor.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani menyatakan, pemerintah daerah berkomitmen mendukung investasi melalui kemudahan perizinan agar iklim usaha di Banyuwangi semakin kondusif. “Kehadiran investasi seperti ini akan membuka lapangan pekerjaan, menurunkan pengangguran, dan pada akhirnya ikut menekan angka kemiskinan di Banyuwangi,” ujar Ipuk.
Perwakilan PT Sunrise Masami Internasional, Sherly Indrawati Aminoto menjelaskan, pabrik kemasan kaleng ini dibangun untuk melengkapi lini bisnis olahan sarden yang dijalankannya. Sebelum pabrik berdiri, kebutuhan kemasan kaleng perusahaan masih didominasi impor. Kini produksi bodi dan tutup kaleng dilakukan di dalam negeri sehingga lebih efisien.
“Dulu kebutuhan kaleng kami hampir 90 sampai 100 persen masih impor. Sekarang kami bekerja sama dengan perusahaan dari Tiongkok untuk memproduksi bodi dan tutup kaleng di Indonesia sehingga lebih efisien,” kata Sherly.
Sementara itu, Chairman PT Sunrise Masami Internasional Eric Lam Wing Po mengatakan, Sunrise Group telah lebih dari tiga dekade bergerak di industri kemasan logam di Tiongkok. Perusahaannya memiliki lebih dari 30 basis produksi dan menjadi mitra berbagai merek internasional seperti Coca-Cola, Pepsi, Red Bull, Budweiser, dan Heineken.
“Pendirian PT Sunrise Masami Internasional di Banyuwangi merupakan wujud kolaborasi lintas negara. Kami juga mengapresiasi pemerintah Indonesia yang telah menciptakan iklim investasi yang terbuka sehingga memberikan keyakinan bagi kami untuk berinvestasi dan berkembang dalam jangka panjang,” ujar Eric. (*)





