KabarBaik.co – Anggota DPR RI, Muhammad Khozin menilai kuota formasi untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Jember terlalu sedikit.
Hal itu disampaikan saat meninjau langsung jalannya seleksi PPPK di Balai Serba Guna Kaliwates, Jember, Senin (12/5).
Khozin mengatakan ketersediaan kuota formasi PPPK ini hanya berjumlah 148 orang. Hal itu tentu berbanding terbalik dengan jumlah peserta yang mencapai 3.000 orang.
“Ini timpangnya jauh sekali, bayangkan yang ikut ribuan, formasinya hanya 148. Secara logika peluang untuk lolos sangat kecil,” kata Khozin, Selasa (13/5).
Legislator PKB itu juga menyampaikan, dengan kondisi tersebut rasio kelulusan 1 banding 30 hingga 40.
“Itu harus menjadi perhatian bersama oleh semua pihak, khususnya pemerintah daerah dan pemerintah pusat sendiri. Dengan data itu, potensi risiko kehilangan pekerjaan naik dan akan diikuti dengan naiknya jumlah pengangguran,” kata Khozin.
Oleh sebab itu, lanjut Khozin, Komisi II DPR RI bersama mitra yakni Badan Kepegawaian Negara, Menpan RB serta Kementerian Dalam Negeri akan terus berkoordinasi menemukan solusi bagi peserta yang tidak lolos.
“Tentu nasib perserta ini harus dipikirkan, jangan sampai karena tidak lolos dibiarkan. Meraka juga punya keluarga. Maka saya ajak semua pihak untuk bersama-sama mencari solusi terbaik bagi peserta yang gagal,” tegasnya.
“Pemkab Jember juga tidak boleh menutup mata akan nasib yang gagal. Harus dipikirkan juga,” pungkasnya. (*)









