KabarBaik.co – Hujan deras mengguyur Kota Surabaya sejak subuh, Selasa (13/5), dan terus berlanjut hingga pagi hari. Intensitas hujan yang merata di berbagai kawasan menyebabkan genangan air di sejumlah titik jalan dan permukiman. Kondisi ini memperburuk situasi yang telah berlangsung beberapa hari terakhir akibat tren cuaca ekstrem.
Sejak akhir pekan lalu, curah hujan tinggi melanda beberapa wilayah di Surabaya dan sekitarnya. Dampaknya tidak hanya berupa genangan air, tetapi juga kekhawatiran akan bencana lain seperti banjir dan tanah longsor.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda telah mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah Jawa Timur, termasuk Surabaya, Mojokerto, dan kota/kabupaten sekitarnya. Peringatan ini berlaku untuk periode 10–17 Mei 2025, dengan potensi hujan lebat, petir, angin kencang, hingga kemungkinan fenomena puting beliung.
“Dampak cuaca ekstrem ini dapat meliputi banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang,” tulis BMKG dalam rilis resminya. BMKG juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
BMKG meminta masyarakat untuk memerhatikan keselamatan diri, terutama bagi wisatawan yang berencana menjelajahi destinasi alam dan sejarah seperti kawasan pegunungan atau candi.
“Pantau terus kondisi cuaca dan jangan memaksakan diri beraktivitas di area berisiko tinggi,” lanjut BMKG.
Sebagai langkah mitigasi, warga diminta memastikan saluran air di sekitar rumah tidak tersumbat, memeriksa kondisi pohon di lingkungan sekitar, dan menghindari area rentan banjir. Dengan cuaca yang diperkirakan masih ekstrem hingga beberapa hari ke depan, kewaspadaan adalah kunci untuk menjaga keselamatan bersama.(*)






