KabarBaik.co – Proyek pembangunan Rumah Pompa Kedungpeluk di Kecamatan Candi, Sidoarjo, yang seharusnya rampung pada 26 Desember 2025, hingga kini belum selesai. Akibat keterlambatan tersebut, aliran Sungai Kedungbanteng menuju laut sempat tertahan selama hampir dua bulan.
Meski proyek belum sepenuhnya rampung, pembukaan kembali aliran sungai ditargetkan dapat dilakukan pada akhir Januari 2026. Hal itu dimungkinkan karena pekerjaan struktur utama rumah pompa telah diselesaikan, sementara sisa pekerjaan bersifat penyempurnaan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo, Muhammad Makhmud, menyebut progres pembangunan saat ini baru mencapai sekitar 67 persen. Namun, bagian konstruksi utama rumah pompa sudah tuntas.
“Progres pekerjaan sekitar 67 persen. Saat ini bagian bawah rumah pompa sudah dicor semua, bagian atas juga sudah,” ujar Makhmud kepada Radar Sidoarjo, Kamis (22/1).
Dengan rampungnya pengecoran tersebut, pembukaan aliran sungai hanya tinggal menunggu umur beton memenuhi standar teknis agar aman dialiri air.
“Hanya tinggal menunggu umur beton saja sudah bisa dialiri air. Nanti akhir bulan Januari bisa dialiri air,” jelasnya.
Sementara itu, untuk keseluruhan pembangunan rumah pompa, DPUBMSDA menargetkan pekerjaan akan selesai pada pertengahan Februari 2026 atau sekitar 14 Februari. Setelah seluruh tahapan rampung, rumah pompa dapat beroperasi secara optimal.
Rumah Pompa Kedungpeluk memiliki peran strategis dalam sistem pengendalian banjir di wilayah selatan Sidoarjo. Fungsinya mengalirkan air dari Sungai Kedungbanteng menuju Sungai Kedungpeluk sebelum akhirnya dibuang ke laut.
Sebagai informasi, proyek strategis senilai lebih dari Rp 7 miliar tersebut semula ditargetkan selesai pada akhir Desember 2025. Namun karena keterlambatan pengerjaan, operasional rumah pompa sempat tertunda dan berdampak pada penutupan sementara aliran sungai. (*)






