KabarBaik.co, Banyuwangi – Sopir truk pengangkut bibit ayam diliputi rasa was-was karena terjebak antrean truk di Dermaga Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Selasa (17/3). Sejak pagi hingga siang, mereka belum bisa naik kapal untuk menyeberang ke Bali.
Salah satu sopir, Partam, mengatakan dirinya membawa muatan anak ayam dari Tulungagung menuju Mataram. Total terdapat tiga truk dengan muatan sekitar 70 ribu ekor bibit ayam.
Ia berangkat pada Senin (16/3) pukul 03.00 WIB. Dalam kondisi normal, perjalanan dari Tulungagung ke Mataram dapat ditempuh sekitar satu setengah hari. Namun, hingga Selasa (17/3) pukul 08.00 WIB, ia masih tertahan di Dermaga Bulusan dan belum bisa menyeberang.
“Tentu khawatir kalau tidak bisa menyeberang, karena yang dibawa ini barang hidup,” kata Partam.
Sembari menunggu antrean Partam dan sejumlah teman sopirnya memilih meneduhkan truknya. Ia juga mengatur ulang muatan untuk ayam dalam kondisi hidup dan sehat.
Partam menyebut rutin mengangkut bibit ayam rute Tulungagung– Mataram setiap Senin dan Kamis. Selama tiga tahun bekerja sebagai sopir, kondisi antrean kali ini disebutnya sebagai yang terparah.
Kekhawatirannya diperparah karena hari ini merupakan sehari jelang penutupan pelabuhan saat Hari Raya Nyepi. Ia khawatir tidak bisa melanjutkan penyeberangan dari Bali menuju Lombok melalui Pelabuhan Padangbai – Pelabuhan Lembar yang juga akan ditutup saat Nyepi.
“Semoga ini bisa segera menyeberang, terus masih kekejar nyeberang dari Bali ke Lomboknya,” tandasnya.








