KabarBaik.co, Banyuwangi – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan arus kendaraan di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk telah kembali stabil dan terkendali menjelang dan selama penutupan operasional Hari Raya Nyepi.
ASDP mencatat antrean kendaraan berhasil diurai hingga nol kilometer tepat sebelum penghentian sementara operasional penyeberangan. Pada Rabu (18/3) pukul 22.20 WITA, tidak lagi ditemukan antrean kendaraan di area tollgate Pelabuhan Gilimanuk.
Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja sama lintas sektor yang bergerak cepat dan terkoordinasi.
Antrean dapat terurai hingga nol kilometer sebelum penutupan Nyepi.
“Ini menunjukkan kolaborasi yang solid mampu menghadirkan solusi cepat,” ujarnya, Kamis (19/3).
Penghentian operasional penyeberangan dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap Hari Raya Nyepi, yang berlaku di sejumlah lintasan, termasuk Ketapang–Gilimanuk.
ASDP menyebut keberhasilan pengendalian arus tidak lepas dari sejumlah langkah strategis, seperti pengoperasian sekitar 35 kapal, penerapan sistem Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB), penambahan kapal perbantuan, serta optimalisasi buffer zone dan rekayasa lalu lintas.
Di sisi lain, ASDP mencatat lonjakan kendaraan lebih dari 40 persen menjelang penutupan lintasan. Pada periode H-3 Lebaran atau 18 Maret 2026, jumlah penumpang mencapai 74.213 orang atau naik 65,2 persen dibanding tahun lalu, dengan total kendaraan mencapai 23.555 unit atau meningkat 58,8 persen.
Meski terjadi lonjakan signifikan, ASDP memastikan layanan tetap berjalan optimal dan kini kondisi arus penyeberangan telah kembali tertib dan terukur.
“Kami mengimbau pengguna jasa untuk mengikuti arahan petugas, memanfaatkan buffer zone, serta mengatur waktu perjalanan guna menjaga kelancaran selama periode angkutan Lebaran,” tandasnya.






