Apa Alasan Satuan Bunuh Ibu Mertua di Balik Kecemburuannya ke Istri

oleh -148 Dilihat
WhatsApp Image 2026 05 07 at 5.31.30 PM
Polisi saat menunjukan barang bukti (Teguh Setiawan)

KabarBaik.co, Mojokerto – Kasus pebunuhan terjadi di Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Seorang suami bernama Satuan, 43, tega membacok istrinya hingga luka berat dan membunuh ibu mertuanya.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (6/5) sekitar pukul 08.30 WIB di rumah kontrakan di Dusun Sumbertempur, Desa Sumbergirang. Polisi bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.

Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata mengatakan petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan.

“Di lokasi, ditemukan dua korban perempuan dalam kondisi bersimbah darah. Satu korban berinisial Siti Arofah (SA), 54, meninggal dunia, sementara Sri Wahyuni (SW), 35, mengalami luka berat,” ujar Andi dalam keterangannya saat konferensi pers di Mapolres pada Kamis (7/5).

Dari hasil penyelidikan, pelaku diketahui merupakan menantu korban SA sekaligus suami korban SW. Pelaku sehari-hari bekerja sebagai badut dan penjual balon keliling.

Saksi di sekitar lokasi sempat melihat pelaku meninggalkan rumah dengan noda darah di lengannya. Polisi kemudian melakukan pengejaran setelah mendapat informasi pelaku melarikan diri ke arah Surabaya.

“Sekitar pukul 13.30 WIB, pelaku berhasil diamankan di wilayah Asemrowo, Surabaya, dengan bantuan anggota Polsek setempat,” jelasnya.

Berdasarkan pemeriksaan, motif pelaku diduga karena masalah rumah tangga. Hubungan pelaku dengan istrinya diketahui tidak harmonis dan sering terjadi pertengkaran.

Pelaku juga diliputi rasa cemburu karena menduga istrinya berselingkuh, serta persoalan ekonomi. Selain itu, hubungan pelaku dengan ibu mertuanya juga tidak baik karena dianggap terlalu ikut campur.

Sebelum kejadian, pelaku sempat cekcok dengan istrinya di dalam rumah hingga akhirnya melakukan penganiayaan. Saat kejadian berlangsung, ibu mertua pelaku datang dari pintu belakang.

“Pelaku panik, lalu mengambil pisau dapur dan melakukan kekerasan yang menyebabkan korban SA meninggal dunia akibat luka bacok di leher,” terang Andi.

Korban SW yang mengalami luka berat langsung dilarikan ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto untuk mendapat perawatan. Sementara jenazah SA dibawa ke RS Bhayangkara Porong untuk dilakukan autopsi.

Hasil autopsi menunjukkan korban meninggal akibat luka bacok pada leher yang memutus organ vital.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sebilah pisau dapur, pakaian korban yang berlumuran darah, serta satu unit ponsel milik pelaku.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal terkait penganiayaan berat, kekerasan dalam rumah tangga, dan pembunuhan. Ia terancam hukuman berat sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.