KabarBaik.co – Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menyatakan dukungannya terhadap rencana penyelenggaraan konferensi komprehensif di Riyadh yang akan mempertemukan seluruh faksi selatan Yaman. Konferensi ini bertujuan membahas solusi yang adil dan berkelanjutan bagi persoalan selatan Yaman, yang selama ini menjadi salah satu isu krusial dalam konflik berkepanjangan di negara tersebut.
Dukungan tersebut disampaikan sebagai respons atas permintaan Ketua Dewan Kepemimpinan Kepresidenan (Chairman of the Presidential Leadership Counci-PLC) Yaman, Dr Rashad Al-Alimi, yang mengusulkan digelarnya dialog inklusif untuk menyatukan pandangan berbagai kelompok di wilayah selatan.
Dalam pernyataan resminya tertanggal 30 Desember 2025, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menegaskan bahwa persoalan selatan Yaman merupakan isu yang adil serta memiliki dimensi historis dan sosial yang mendalam. Disebutkan pula bahwa satu-satunya jalan untuk menyelesaikan persoalan tersebut adalah melalui dialog konstruktif dalam kerangka solusi politik yang menyeluruh bagi Yaman.
Arab Saudi menegaskan komitmennya untuk terus mendukung keamanan dan stabilitas Republik Yaman, serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi dialog politik. Dukungan ini juga didasarkan pada hubungan erat antara kedua negara, serta kepentingan bersama untuk menjaga stabilitas kawasan di tengah dinamika regional yang sedang berlangsung.
“Kerajaan Arab Saudi menyambut baik permintaan Yang Mulia Presiden Dewan Kepemimpinan Kepresidenan Yaman dan menyerukan kepada seluruh faksi selatan untuk berpartisipasi secara aktif dalam konferensi tersebut guna menyusun visi komprehensif tentang solusi yang adil bagi persoalan selatan, yang dapat memenuhi aspirasi sah rakyat Yaman bagian selatan,” demikian penegasan Kerajaan Arab Saudi dalam pernyataannya.
Pernyataan ini dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi pada 3 Januari 2026, bertepatan dengan 14 Rajab 1447 H, sekaligus menegaskan peran Riyadh sebagai mediator penting dalam upaya mendorong perdamaian dan stabilitas di Yaman.
Berdasarkan informasi yang dihimpun KabarBaik.co dari sejumlag referensi, faksi selatan Yaman yang dimaksud itu terdiri atas berbagai kelompok politik dan kekuatan lokal yang berasal dari wilayah Yaman bagian selatan. Selama bertahun-tahun, kelompok-kelompok ini memiliki pandangan dan kepentingan yang berbeda terkait masa depan wilayah mereka.
Wilayah selatan Yaman memiliki sejarah tersendiri. Sebelum bersatu dengan Yaman Utara pada 1990, kawasan ini pernah berdiri sebagai negara terpisah dengan nama Republik Demokratik Rakyat Yaman. Sejak penyatuan tersebut, sebagian warga selatan merasa kurang mendapatkan perhatian, baik secara politik, ekonomi, maupun keamanan.
Ketidakpuasan itu semakin menguat seiring konflik berkepanjangan yang melanda Yaman dalam satu dekade terakhir. Akibatnya, muncul berbagai kelompok di selatan dengan tujuan yang tidak selalu sama. Sebagian menuntut otonomi yang lebih luas, sebagian menginginkan berdirinya kembali negara Yaman Selatan yang merdeka, sementara kelompok lainnya memilih tetap berada dalam negara Yaman yang bersatu, tetapi dengan sistem pemerintahan yang lebih adil. Kelompok-kelompok inilah yang kemudian dikenal sebagai faksi selatan Yaman.
Perbedaan pandangan tersebut membuat suara masyarakat selatan kerap terpecah dan sulit disatukan dalam satu sikap politik. Kondisi inilah yang menjadi salah satu latar belakang dorongan untuk menggelar konferensi komprehensif yang mempertemukan seluruh faksi selatan dalam satu forum dialog.
Melalui konferensi tersebut, diharapkan semua kelompok dapat duduk bersama, menyamakan visi, serta merumuskan solusi yang dianggap adil bagi rakyat Yaman bagian selatan. Solusi ini diharapkan tidak dicapai melalui kekerasan atau konfrontasi, melainkan melalui dialog politik dalam kerangka penyelesaian menyeluruh atas konflik Yaman.
Upaya dialog juga dipandang penting untuk menjaga stabilitas kawasan, mengingat konflik di Yaman tidak hanya berdampak pada rakyatnya, tetapi juga berimplikasi terhadap keamanan regional. Dengan menyatukan berbagai faksi selatan dalam satu forum, diharapkan aspirasi mereka dapat disalurkan secara politik dan berkontribusi pada terciptanya perdamaian jangka panjang. (*)







