Asal Usul Nama Desa Durungbedug, Kisah ‘Belum Zuhur’ dari Ujung Barat Candi Sidoarjo

oleh -859 Dilihat
Desa Durungbedug scaled
Gapura batas Desa Durungbedug (Achmad Adi Nurcahya)

KabarBaik.co – Desa Durungbedug di ujung barat Kecamatan Candi, Sidoarjo, memiliki nama yang terdengar unik dan menarik perhatian. Dalam bahasa Jawa, ‘durung bedug’ mempunyai arti belum Zuhur, ungkapan sederhana yang ternyata menyimpan kisah lama di baliknya.

Bagi masyarakat setempat, nama itu bukan sekadar sebutan wilayah, melainkan bagian dari cerita turun-temurun yang diwariskan oleh para leluhur. Setiap warga hampir pasti pernah mendengar kisah asal mula nama desanya.

Konon, dahulu wilayah Durungbedug masih berupa hutan lebat yang belum tersentuh manusia. Hingga suatu ketika, sepasang petani dari utara datang untuk membuka lahan dan membangun gubuk sederhana di sana.

Pasangan itu bekerja sejak pagi hari, menebang pohon dan menanam padi serta tebu. Menjelang waktu Zuhur, mereka selalu berhenti untuk beristirahat. Dari kebiasaan tersebut, lahirlah sebutan ‘durung bedug’ karena mereka berhenti sebelum bedug tanda Zuhur berbunyi.

“Cerita dari para sesepuh, pasangan itu selalu selesai sebelum waktu Zuhur. Itulah yang kemudian dianggap asal mula nama desa kami,” ujar Agus (50) salah satu warga Durungbedug, Sabtu (8/11).

Namun, kisah rakyat itu bukan satu-satunya versi yang dikenal. Komunitas Sidoarjo Masa Kuno menemukan bukti lain melalui peta peninggalan Belanda tahun 1892 yang sudah mencantumkan nama Durungbedug.

Ketua komunitas Sidoarjo Masa Kuno dr. Sudi Harjanto menjelaskan bahwa nama tersebut mungkin berasal dari istilah ‘Durun’ yang berarti lumbung padi kecil. Durun bisa juga diartikan sebagai wadah penyimpanan hasil panen. Jadi bisa jadi maknanya bukan hanya soal waktu, tapi juga aktivitas pertanian di masa lalu,” terangnya.

Menurut Sudi, masyarakat dahulu memang kerap menamai tempat sesuai dengan kondisi alam dan kebiasaan hidup mereka. Nama Durungbedug pun menjadi jejak yang merekam sejarah sosial desa sejak masa lampau.

Antara cerita rakyat dan catatan sejarah, keduanya melengkapi kisah tentang asal-usul Durungbedug. Hingga kini, nama ‘belum Zuhur’ itu tetap menjadi identitas unik yang menandai kekayaan budaya dan sejarah lokal Sidoarjo. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.