KabarBaik.co, Banyuwangi – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur mempercepat transformasi Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, melalui penyusunan masterplan pengembangan hingga 2029.
Hal itu dibahas dalam audiensi jajaran Direksi ASDP dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Kamis (2/7) kemarin.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo mengatakan, pengembangan Pelabuhan Ketapang tidak hanya berfokus pada peningkatan fasilitas, tetapi juga membangun ekosistem konektivitas yang terintegrasi.
“Pelabuhan Ketapang bukan hanya gerbang penyeberangan Jawa-Bali, tetapi simpul strategis yang menopang konektivitas nasional. Karena itu, pengembangannya membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan,” kata Heru.
Rencana pengembangan tersebut meliputi peningkatan kapasitas sejumlah dermaga, optimalisasi kawasan Bulusan sebagai buffer area kendaraan logistik, pembangunan akses penghubung, hingga pengembangan dermaga baru untuk mendukung kelancaran operasional jangka panjang.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan dukungan terhadap penyusunan masterplan pengembangan Pelabuhan Ketapang. Termasuk mendorong proyek tersebut masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
Menurutnya, peningkatan kapasitas pelabuhan harus diiringi penguatan kawasan penyangga, peningkatan standar kapal, pengembangan konektivitas menuju Bulusan, serta sinergi lintas pemangku kepentingan.
ASDP menargetkan pengembangan dilakukan secara bertahap hingga 2029 guna mengantisipasi pertumbuhan arus kendaraan, distribusi logistik, serta mobilitas masyarakat di lintas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.
“Pelabuhan Ketapang bukan hanya gerbang penyeberangan Jawa-Bali, tetapi simpul strategis yang menopang konektivitas nasional. Karena itu, pengembangannya membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Heru. (*)







