KabarBaik.co, Jakarta – PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) memperkuat komitmennya terhadap penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social, and governance/ESG) setelah meraih ESG Award 2026 by KEHATI kategori Investor – Insurance Company.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas upaya AXA Mandiri mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi bisnis dan operasional perusahaan, mulai dari pengembangan produk asuransi yang inklusif hingga pengelolaan investasi berbasis ESG.
AXA Mandiri secara konsisten menerapkan kerangka AXA Entities Sustainability Index (AESI) untuk menyelaraskan praktik keberlanjutan perusahaan dengan standar global Grup AXA, sekaligus memperkuat sinergi dengan Bank Mandiri.
Dari sisi sosial, komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan produk perlindungan keuangan yang ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap asuransi.
Hingga akhir 2025, AXA Mandiri memiliki sejumlah produk asuransi berbasis ESG, yakni Asuransi Mandiri Mikro Jiwa Terlindungi (Si Jitu), Asuransi Mandiri Mikro Sejahtera, dan Asuransi Group Shield Pro. Secara kumulatif, ketiga produk tersebut telah memberikan perlindungan kepada lebih dari 650 ribu pemegang polis.
Di sisi investasi, AXA Mandiri juga menerapkan kebijakan 100 persen portofolio investasi berbasis ESG melalui General Account. Kebijakan tersebut diarahkan pada penempatan dana pada instrumen yang memenuhi prinsip keberlanjutan.
Hingga April 2026 berdasarkan data unaudited, dana kelolaan atau assets under management (AUM) investasi ESG pada General Account mencapai hampir Rp 15 triliun. Nilai tersebut meningkat 4,41 persen dibandingkan posisi akhir 2025.
Portofolio investasi tersebut terutama ditempatkan pada Surat Berharga Negara (SBN), serta didukung instrumen saham, obligasi korporasi, dan deposito yang memenuhi kriteria ESG.
Chief Marketing, Product & Transformation AXA Mandiri Theodores Tangke mengatakan penghargaan dari KEHATI menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus memperkuat penerapan prinsip keberlanjutan dalam kegiatan usaha.
“Keberlanjutan bukan sekadar inisiatif perusahaan, tetapi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi bisnis kami,” ujarnya, Rabu (19/8).
Menurut dia, AXA Mandiri berupaya menghadirkan perlindungan keuangan sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi nasabah, masyarakat, dan lingkungan melalui pengembangan produk asuransi inklusif, investasi berbasis ESG, serta tata kelola yang bertanggung jawab.
Selain pengelolaan bisnis dan investasi, penerapan prinsip keberlanjutan juga dilakukan dalam rantai pasok perusahaan. AXA Mandiri menerapkan Sustainable Procurement Guidelines atau Panduan Pengadaan Berkelanjutan yang memasukkan indikator keberlanjutan dengan bobot 5-10 persen dalam proses evaluasi tender.
Kebijakan tersebut diarahkan untuk mendorong terbentuknya rantai pasok yang lebih bertanggung jawab, tangguh, dan berkelanjutan. Upaya memperkuat budaya keberlanjutan juga dilakukan melalui peningkatan pemahaman sumber daya manusia.
Sepanjang 2025, seluruh jajaran manajemen dan karyawan AXA Mandiri mengikuti pembelajaran mengenai krisis iklim melalui AXA Sustainability Academy. Berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menempatkan prinsip ESG tidak hanya sebagai kebijakan korporasi, tetapi juga sebagai bagian dari budaya kerja dan proses pengambilan keputusan.
Dengan pendekatan tersebut, AXA Mandiri berupaya memperluas peran perusahaan asuransi, tidak hanya sebagai penyedia perlindungan finansial, tetapi juga sebagai bagian dari upaya mendorong pembangunan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Indonesia. (*)








