Babak Baru Ekonomi Warga Wonocolo Bojonegoro: dari Sumur Minyak ke Kebun Alpukat

oleh -149 Dilihat
WhatsApp Image 2025 11 25 at 3.19.10 PM
Pengunjung kebun alpukat di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan Bojonegoro (Shohibul Umam)

KabarBaik.co – Di balik perbukitan kapur utara Bojonegoro, sebuah perubahan besar tengah tumbuh secara harfiah maupun ekonomi. Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, yang selama puluhan tahun dikenal sebagai desa tambang minyak tradisional, kini menemukan sumber penghidupan baru dari buah berkulit hijau yakni buah alpukat.

Transformasi ini tidak terjadi dalam semalam. Sejak 2015, warga yang dulu menggantungkan pendapatan dari mengebor minyak mentah mulai menanam harapan baru di tanah yang sebelumnya kering dan tandus. Kini, ribuan pohon alpukat berdiri subur di atas lahan yang dahulu dipenuhi aktivitas pertambangan.

Sedikitnya 2.500 pohon dari berbagai varietas unggulan mulai dari jenis Wina, Kendil, Aligator, hingga Miki, telah tumbuh menjadi penopang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Budidaya alpukat ternyata cukup membantu ekonomi petani. Perawatannya mudah, tidak banyak hama, dan harga jualnya bagus,” ujar Sarimanto, salah satu petani alpukat Wonocolo, Selasa (25/11).

Janji ekonomi itu kini menjadi nyata. Dari kebun yang semakin produktif, petani rata-rata memanen dua ton buah alpukat per musim. Dengan harga mencapai Rp 30.000 per kilogram, mereka bisa membawa pulang pendapatan jutaan rupiah dalam sekali panen.

Perubahan arah mata pencaharian ini menjadi titik balik penting bagi warga. Ketika produksi minyak tradisional kian menurun dan tidak lagi mampu menjamin pendapatan, alpukat menghadirkan peluang yang lebih berkelanjutan.

Pengembangan komoditas ini juga meluas ke kawasan hutan. Para petani bekerja sama dengan Perhutani untuk menghijaukan lahan gundul dan bekas lokasi pengeboran minyak dengan tanaman alpukat, upaya yang tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mengembalikan fungsi ekologis kawasan.

Melihat potensi besar ini, pemerintah desa, kecamatan, dan kelompok tani mulai merintis wisata edukasi pertanian di area perkebunan. Harapannya, Wonocolo tidak hanya dikenal sebagai bekas desa tambang minyak, tetapi juga sebagai destinasi agrowisata yang dapat memperluas sumber pendapatan warga. Dari desa yang dulu identik dengan deru mesin sumur minyak, Wonocolo kini menuliskan kisah baru sebagai Sentra Alpukat Bojonegoro. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.