Babak Belur, Pimpinan Ungkap Kondisi 2 Anggota Satpol PP Banyuwangi yang Dikeroyok Remaja Pesta Miras

oleh -243 Dilihat
IMG 20250101 WA0036
Ilustrasi pengeroyokan.

KabarBaik.co, Banyuwangi – Anggota Satpol PP Banyuwangi berinisial AF, 32, mengalami luka paling parah dalam insiden pengeroyokan yang terjadi di depan Pendapa Sabha Swagata Blambangan, Minggu (15/3).

Ia menerima banyak pukulan dan tendangan di bagian kepala. Hingga membuat kepalanya memar dan sempat dirawat di rumah sakit.

“Di bagian muka lebam dan benjolan, di muka dan bibir. AF ini yang mengalami luka paling parah. Kalau dilihat dari videonya korban dipukuli dan ditendang,” kata Kasatpol PP Banyuwangi Yoppy Bayu Irawan.

Sementara anggota kedua HR, 32, hanya terkena tendangan. Tidak ada bekas luka akibat tendangan itu.

“Saat kejadian HR ini melerai, ada sedikitlah kena tapi tidak menderita luka yang berarti,” ujarnya.

Para korban telah menjalani visum. Perkara ini juga telah dilaporkan ke Polsek Banyuwangi kota. Saat ini masih dilakukan pendalaman.

Berdasarkan analisa video, Yoppy memperkirakan pelaku berjumlah puluhan. Ia berharap para pelaku bisa segera diamankan dan diberi pembinaan.

“Kami laporkan ini bukan karena apa, tapi untuk pembinaan karena ini sudah mengarah pada kriminalitas. Kami sangat menyayangkan anak muda yang demikian ini. Apalagi ini bulan puasa. Semoga bisa segera bisa diamankan dan diberi efek jera,” imbuhnya.

Sebagai informasi pengeroyokan terhadap anggota Satpol PP Banyuwangi ini terjadi di depan Pendapa Sabha Swagata Blambangan Minggu (15/3) dini hari. Pengeroyokan bermula karena teguran terhadap sekelompok anak muda yang diduga pesta miras di timur pendapa.

Saat dilakukan pemeriksaan, anggota menemukan botol minuman keras jenis arak yang telah kosong dan dibuang ke dalam area TK Pertiwi.

Bukannya merasa bersalah, yang terjadi justru kedua anggota ini dikeroyok. Dalam sebuah video yang beredar terlihat anggota dikeroyok dengan cara dipukul dan ditendang beramai-ramai bahkan hingga masuk ke halaman pendapa.

Situasi kian ramai lantaran berdekatan dengan Masjid Baiturrahman. Ketika itu banyak warga yang tengah beritikaf di masjid turut mendatangi kerumunan massa.

Yoppie menyebut warga datang lantaran kerumunan meneriaki maling. Ada juga yang datang karena mengira ada bagi-bagi sahur gratis. Situasi akhirnya reda setelah dibubarkan anggota kepolisian yang berjaga di RTH Sritanjung.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.