KabarBaik.co, Nganjuk – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Nganjuk terus bergerak aktif mengedukasi generasi muda, khususnya pemilih pemula.
Langkah ini dilakukan agar Gen Z memiliki pemahaman politik yang matang, cerdas, serta bertanggung jawab saat menggunakan hak pilihnya di pesta demokrasi.
“Pemilih pemula menjadi kelompok yang penting mendapatkan pendidikan politik karena sebagian dari mereka baru pertama kali menggunakan hak pilih,” ungkap Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan Bakesbangpol Nganjuk, Atim Swasono, Jumat (7/8).
Edukasi ini dinilai sangat mendesak agar generasi muda tidak mudah terjebak informasi menyesatkan, provokasi, maupun praktik politik uang di media sosial.
Atim mengingatkan pentingnya mengenali profil, visi-misi, hingga rekam jejak calon pemimpin sebelum melangkah ke bilik suara.
Pemilih pemula dituntut mandiri dan menolak segala bentuk tekanan, ajakan palsu, atau iming-iming materi dari pihak mana pun.
“Pilih sesuai dengan apa yang ada di pikiranmu, pilih sesuai dengan hati nuranimu dan tidak ada yang mempengaruhi dirimu,” lanjutnya.
Maraknya dinamika politik di media sosial juga tak luput dari perhatian. Bakesbangpol mengingatkan Gen Z agar bijak menyaring arus informasi, menolak berita bohong (hoax), serta tetap menjaga etika berdemokrasi meski berbeda pilihan.
“Yang penting jangan menjelek-jelekkan orang lain. Berlomba dalam kebaikan,” terang Atim menyikapi sengitnya persaingan dukungan di ruang digital.
Menariknya, edukasi politik kali ini tak disajikan lewat ceramah kaku. Bakesbangpol Nganjuk mengusung metode interaktif learning by gaming, seperti memanfaatkan permainan ular tangga berisikan materi demokrasi dan tahapan pemilu agar terasa seru dan mudah dipahami.
“Kalau kebaikan kita bisa berdampak bagi semuanya, khususnya Nganjuk ke depan, kenapa tidak kita berdampak,” ujar Atim mengajak publik memandang politik secara positif.
Tidak hanya simulasi di papan permainan, kolaborasi bersama KPU juga membekali siswa dengan pengetahuan teknis pemungutan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Selain itu, peran orang tua diharapkan hadir untuk membimbing serta mengarahkan anak dalam mencari informasi calon yang valid.
“Pilihlah pemimpin yang amanah dan jujur, dan pastikan kamu tidak ikut dalam kelompok golput ataupun terpengaruh hoaks,” tutup Atim berpesan.
Melalui langkah ini, diharapkan generasi muda Nganjuk tidak sekadar datang dan mencoblos, tetapi benar-benar hadir sebagai pemilih berdaya yang menolak politik uang, menangkal hoaks, dan siap menentukan arah masa depan bangsa.








