KabarBaik.co – Tragedi meninggalnya bayi asal Desa Candi Pari, Porong, akibat dugaan lambannya pelayanan kesehatan menjadi tamparan keras bagi Dinas Kesehatan Sidoarjo. Kasus ini sontak menyita perhatian publik dan menuai sorotan tajam dari DPRD setempat.
Peristiwa yang menimpa bayi bernama Hanania tersebut dibahas dalam hearing di DPRD Sidoarjo pada Rabu (28/8). Hearing itu menghadirkan kedua orang tua korban, Ketua DPRD Sidoarjo Abdilah Nasih, anggota Komisi D, pihak BPJS Kesehatan, serta dokter dan pemilik Klinik Siaga Medika.
Dalam forum tersebut, DPRD menyoroti adanya dugaan kelalaian serta lambannya pelayanan medis yang diberikan pihak klinik. Sejumlah anggota dewan menilai kejadian ini tidak boleh terulang, mengingat persoalan kesehatan berkaitan langsung dengan nyawa pasien.
Menanggapi hal ini, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, M.Kes, akhirnya angkat bicara. Ia menegaskan, pihaknya akan menindak tegas jika terbukti ada kelalaian dalam penanganan pasien di Klinik Siaga Medika.
“Kami akan bertemu dengan pihak klinik terlebih dahulu untuk melihat kronologinya seperti apa. Sesuai tugas kami, harus melakukan klarifikasi dari klinik, kemudian dari rumah sakit juga, untuk memastikan,” ujarnya pada KabarBaik.co, Jumat (29/8).
Menurut Lakhsmie, klarifikasi ini penting agar kronologi peristiwa bisa diketahui secara menyeluruh. Ia menyebut, pihaknya tidak bisa langsung mengambil keputusan tanpa menelaah fakta dan keterangan dari berbagai pihak.
“Bagaimana kronologisnya sebenarnya seperti apa, itu yang harus kami dalami. Karena ini juga bagian dari pengaduan masyarakat,” imbuhnya.
Lakhsmie memastikan bahwa Dinas Kesehatan akan memberikan perhatian serius terhadap kasus ini. Ia menegaskan, penanganan terhadap laporan masyarakat harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab.
“Ya tentunya kami akan memberikan atensi pada kasus ini. Untuk itu, kami mohon diberi waktu dalam menuntaskan proses klarifikasi,” pungkasnya. (*)