Bandar Narkoba Koko Erwin Ditangkap di Sumut saat Hendak Menyeberang ke Malaysia

oleh -129 Dilihat
1000263678
Kasatgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Kevin Leleury (ANTARA/Azmi Samsul M)

KabarBaik.co, Jakarta – Dittipidnarkoba Bareskrim Polri berhasil meringkus Erwin Iskandar atau Koko Erwin yang merupakan terduga pemasok uang hingga narkoba terhadap eks Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro.

Koko Erwin yang sebelumnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) ini, ditangkap di Tanjung Balai, Sumatra Utara ketika hendak menyeberang ke Malaysia pada Kamis (26/2).

“Yang bersangkutan (Koko Erwin) berhasil ditangkap saat akan melakukan penyeberangan menggunakan kapal tujuan Malaysia,” kata Kasatgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Kevin Leleury usai tiba di Terminal 1C Bandara Intetnasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat.

Ia menjelaskan dalam proses penangkapan tersebut, petugas juga menangkap dua terduga pelaku lain yakni berinisial A alias Y dan R alias K.

Kedua orang tersebut, kata Kevin, berperan membantu Koh Erwin untuk melarikan diri ke Malaysia guna menghindari penangkapannya oleh petugas Polri.

“Pelaku A alias Y ditangkap di Riau sementara R alias K di Tanjung Balai bersama Erwin,” ucapnya.

Ia mengungkapkan saat terdeteksi, terduga pelaku utama pemasok narkoba ini berencana melarikan diri ke luar negeri lantaran telah membawa persiapan.

Kemudian, ketika ditangkap terduga pelaku juga sempat melakukan perlawanan namun pada akhirnya berhasil petugas berhasil membekuknya.

“Ada perlawanan tapi sedikit, bisa kami tangani,” tuturnya.

Dalam hal ini, Kevin menegaskan Koh Erwin merupakan bandar sabu kelas kakap di Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia diduga menjadi pemasok uang dan narkoba untuk AKBP Didik.

“Keterkaitan lebih jelasnya mungkin nanti akan dijelaskan pada saat press rilis ya,” kata dia. (ANTARA)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.