KabarBaik.co – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember menyatakan Bandara Notohadinegoro akan mencoba menjadi home base maskapai swasta. Hal itu bertujuan agar aktifitas di bandara tetap berjalan.
Hal itu diungkapkan Kepala Dishub Jember, Agus Wijaya, Kamis (26/12). Ia mengatakan bahwa rencana tersebut juga tidak terlepas dari kebijakan Kementerian Perhubungan Udara soal efisiensi anggaran di bidang perhubungan udara.
“Otomatis ada dampak untuk operasional pesawat lerintis, khususnya dari Bawean-Sumenep, Sumenep-Jember, itu ada pengurangan operasional.” ujar Agus.
Agus juga menyampaikan Bawean-Sumenep yang sebelumnya ada tiga jadwal saat ini menjadi dua kali.
“Turun lagi dua menjadi satu, kita dari Jember itu ada satu pesawat tapi dua kali penerbangan, ini juga ditiadakan,” ungkapnya.
Dengan adanya informasi itu dan melihat masyarakat Jember membutuhkan, maka pihaknya mencoba bekerjasama dengan maskapai swasta.
“Rencananya sebagai home base, kami sudah melakukan komunikasi dengan PT Numa, kebetulan kita tawarkan dan kita coba untuk bisa membantu demand dari masyarakat Jember yang ke Sumenep ataupun dari Sumenep ke Bawean,” terangnya.
“Bukan hanya itu, kami juga akan mencoba dengan pesawat swasta ini untuk rute Jember-Surabaya dan Surabaya-Sumenep. Artinya kita mencari supaya tidak ada kekosongan yang ada di Bandara Jember,” sambungnya.
Ia mengatakan, perencanaan ini akan diujicoba pada Januari 2025. “Kami coba langsung dengan Jember-Surabaya, Surabaya-Sumenep, Sumenep-Bawean,” ungkapnya.
Meski begitu, pihaknya tetap akan melihat perkembangan ke depan.
“Khususnya untuk rute komersial kita lihat perkembangan. Karena memang pesawat ini kan memang khusus carter, jadi memang kebutuhan sesuai dengan keinginan dari masyarakat dan ke tempat tujuan,” pungkasnya. (*)






