KabarBaik.co – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bojonegoro pada Kamis (8/1) petang memicu terjadinya banjir bandang dan angin kencang di sejumlah kecamatan. Sejumlah permukiman warga terdampak, namun hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa.
Di Desa Ngunut, Kecamatan Dander, banjir bandang merendam lingkungan RT 03 RW 01. Genangan air setinggi sekitar 40 sentimeter menggenangi jalan poros desa serta sejumlah rumah warga. Luapan air sungai di sekitar Jembatan Ngunut juga sempat mengganggu arus lalu lintas dan membuatnya tidak bisa dilalui kendaraan.
Kapolsek Dander IPTU Warsito membenarkan adanya peristiwa banjir tersebut. Ia menjelaskan, banjir terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi sehingga debit air sungai meningkat secara tiba-tiba. “Air sempat meluap ke permukiman warga dan jalan. Arus lalu lintas juga sempat terganggu. Saat ini sudah surut,” ujar Warsito, Jumat (9/1).
Banjir juga dilaporkan terjadi di Dusun Sugihan, Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang. Peristiwa ini dipicu luapan air dari pembangunan saluran air (yudit) yang tidak mampu menampung debit air hujan. Kepala Desa Kedungsumber, Sukardi, menyampaikan bahwa kondisi air saat ini telah surut dan situasi berangsur kondusif.
Selain banjir, hujan deras disertai angin kencang juga menimbulkan kerusakan di beberapa wilayah. Di Desa Luwihaji, Kecamatan Ngraho, sejumlah pohon tumbang dan menimpa rumah warga. Sementara itu di Desa Taji, Kecamatan Tambakrejo, angin kencang merusak bagian atap beberapa rumah penduduk.
Sementara itu, Agus Purnomo selaku kepala seksi logistik dan kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro mengatatakan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan dan melakukan evaluasi terhadap pohon tumbang akibat insiden kemarin.
“Alhamdulilah semua sudah tertangani, namun kami menghimbau kepada warga agar selalu waspada dan mencari tempat aman jika terjadi hujan deras yang disertai dengan angin kencang,” tandas Agus. (*)






