Banjir Rendam 17 Hektare Sawah di Jombang, Petani Terancam Gagal Panen

oleh -113 Dilihat
WhatsApp Image 2026 01 14 at 2.01.35 PM
Penampakan lahan pertanian di Jombang yang terendam banjir (Teguh Setiawan)

KabarBaik.co – Curah hujan tinggi yang mengguyur beberapa hari terakhir membuat lahan pertanian di Dusun Ketapang Rejo, Desa Ketapang Kuning, Ngusikan, Jombang, terendam banjir. Akibatnya, sekitar 17 hektare tanaman padi milik petani terancam gagal panen.

Ketua Kelompok Tani Dusun Ketapang Rejo, Supardi, 54, menjelaskan banjir terjadi karena hujan deras yang terus mengguyur wilayah tersebut. Air hujan menggenang di persawahan hingga merendam tanaman padi yang baru ditanam.

“Awalnya hanya air hujan. Karena sangat lebat, akhirnya air itu mengumpul jadi satu di Ketapang Rejo. Tanaman padi ini ya terancam gagal panen,” ujar Supardi, Rabu (14/1).

Banjir telah berlangsung selama empat hari terakhir. Kondisi semakin parah karena hujan kembali turun pada malam sebelumnya, sehingga ketinggian air terus bertambah dan belum menunjukkan tanda-tanda surut.

Lahan terdampak ditanami padi dengan usia tanaman bervariasi, mulai dari tujuh hari hingga 13 hari setelah tanam. Kondisi ini membuat tanaman tidak mampu bertahan karena terlalu lama terendam air.

“Ini setelah tanam, umurnya ada yang 7 hari, 10 hari, sampai 13 hari. Akibatnya ya gagal panen,” kata Supardi.

Supardi memperkirakan kerugian petani cukup besar. Dengan luas lahan terdampak 17 hektare dan biaya tanam rata-rata Rp 5 juta per hektare, total kerugian diperkirakan mencapai Rp 85 juta.

Selain curah hujan tinggi, banjir juga diduga berasal dari luapan Sungai Marmoyo di wilayah Kabuh, yang mengalir ke area persawahan Ketapang Rejo. Supardi mengatakan, banjir bukan hal baru bagi warga setempat. Setiap musim hujan, Dusun Ketapang Rejo kerap dilanda banjir, bahkan bisa terjadi hingga tiga kali sebulan.

“Sudah bertahun-tahun langganan banjir. Tapi yang parah ya terakhir ini, airnya tenang dan awet tidak surut,” ujarnya.

Para petani berharap adanya bantuan dari pemerintah, baik berupa bantuan biaya tanam ulang maupun upaya teknis seperti penyedotan air atau normalisasi saluran sungai agar banjir cepat surut.

“Kami berharap pemerintah bisa membantu, sedikit-sedikit untuk biaya supaya bisa tanam lagi. Kalau hanya pasrah ya putus di sini. Usaha tetap kami lakukan,” pungkas Supardi. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.