Banjir Rendam 307 Hektare Sawah di Jombang, 65 Ha Dipastikan Gagal Panen

oleh -231 Dilihat
WhatsApp Image 2026 01 17 at 2.02.56 PM
Genangan banjir menutup area persawahan di Jombang, Jawa Timur (Teguh Setiawan)

KabarBaik.co — Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jombangberdampak serius pada sektor pertanian. Dinas Pertanian mencatat sedikitnya 307,11 hektare lahan persawahan terendam banjir.

Lahan yang terendam banjir itu tersebar di delapan desa pada tiga kecamatan yakni Ngusikan, Ploso, dan Kesamben. Dari ketiga kecamatan tersebut, Ngusikan menjadi wilayah dengan dampak paling luas. Persawahan di Desa Kedungbogo, Ketapang Kuning, Keboan, dan Sumbernongko terendam air selama beberapa hari terakhir.

Dari total 151,11 hektare sawah yang terdampak, sekitar 65 hektare dipastikan mengalami puso atau gagal panen.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang M Rony mengatakan pendataan kerusakan lahan telah dilakukan sejak awal kejadian hingga 15 Januari 2026.

Namun, ia menegaskan bahwa tidak semua sawah yang tergenang otomatis mengalami gagal panen.

“Total sawah terdampak genangan mencapai 307,11 hektare. Yang sudah dipastikan puso baru di Kecamatan Ngusikan seluas 65 hektare,” ujar Rony dalam keterangannya Sabtu (17/1).

Sementara itu, banjir juga merendam persawahan di Kecamatan Kesamben, tepatnya di Desa Carangrejo dan Watudakon, dengan luas sekitar 25 hektare. Kondisi terparah terjadi di Dusun Kandangan, Desa Carangrejo, yang hingga beberapa hari terakhir masih tergenang air.

Rony menyebut tim dari Dinas Pertanian masih terus melakukan asesmen di lapangan. Sejumlah lokasi mulai menunjukkan penurunan genangan, sehingga peluang penyelamatan tanaman masih terbuka.

“Petugas masih turun ke lapangan. Beberapa lokasi sudah mulai surut. Bantuan benih akan kami salurkan setelah kondisi memungkinkan petani kembali menanam,” kata dia.

Di Kecamatan Ploso, banjir turut berdampak pada lahan pertanian di Desa Jatigedong dan Gedongombo dengan total luas sekitar 131 hektare. Meski demikian, genangan di sejumlah titik dilaporkan mulai berangsur surut.

Sebelumnya, curah hujan tinggi yang mengguyur Jombang selama beberapa hari terakhir juga menyebabkan persawahan di Dusun Ketapang Rejo, Desa Ketapang Kuning, Kecamatan Ngusikan, terendam banjir. Sekitar 17 hektare tanaman padi yang baru ditanam terancam gagal panen.

Ketua Kelompok Tani Dusun Ketapang Rejo, Supardi, 54, mengatakan banjir terjadi akibat hujan deras yang turun secara terus-menerus, sehingga air menggenang dan tidak segera surut.

“Awalnya hanya air hujan. Karena sangat lebat, akhirnya air itu mengumpul jadi satu di Ketapang Rejo. Tanaman padi ini terancam gagal panen,” ujar Supardi, Rabu (14/1). (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.