Banjir Terjang 39 Titik di Kota Malang, Warga Sidomulyo Nyaris Tewas Dihantam Tembok Jebol

oleh -228 Dilihat
IMG 20251205 WA0027
Salah satu rumah terdampak banjir di Sidomulyo, Kelurahan Purwodadi, Kota Malang. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co – Hujan deras yang mengguyur Kota Malang pada Kamis (4/12) siang menjelang sore, bukan hanya menimbulkan genangan di jalanan, tetapi juga menghadirkan kisah pilu dari warga yang terdampak. Banjir di 39 titik menyapu sejumlah permukiman di wilayah Kota Malang tersebut termasuk di Jalan Sidomulyo Gang 3, Kecamatan Blimbing, yang menjadi salah satu lokasi terparah.

Di kawasan Sidomulyo, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, air bercampur lumpur menerjang masuk hingga setinggi 165 sentimeter. Setidaknya 19 rumah dan 20 keluarga terdampak. Tidak hanya terendam, lima rumah mengalami kerusakan parah akibat tembok samping yang jebol digempur derasnya luapan air sungai dari arah Jalan Kemirahan.

Ketua RT setempat, Anita Rita Malika, menyebut air mulai masuk sekitar pukul 14.30 WIB setelah tembok pembatas aliran sungai tidak mampu menahan tingginya debit air. “Begitu tembok jebol, banjir langsung menerjang permukiman,” ujarnya.

Salah satu kisah paling dramatis dialami Ena (57), warga Sidomulyo Gang III. Ia mengaku nyaris kehilangan nyawa saat tembok kamarnya roboh dihantam luapan air yang datang dari arah sungai. “Saya mau selamatkan baju-baju cucu. Tiba-tiba terdengar gemuruh, tembok langsung ambruk. Saya kegulung air, tinggi sekali, seperti tsunami,” tuturnya, Jumat (5/12).

Tembok kamar setebal hampir 40 sentimeter itu runtuh seketika. Ena mengaku beruntung tidak sedang berada di dalam kamar saat kejadian dan jika tidak, ia yakin tidak akan selamat. “Kalau saya waktu itu di kamar, mungkin sudah meninggal,” ujarnya lirih.

Ena sempat pingsan dan baru sadar setelah dibawa warga ke rumah tetangganya. Sejak kejadian, ia dan keluarganya tidak bisa tidur karena takut banjir susulan.

Cerita dramatis lain datang dari Sukainah (56). Ia terseret arus beberapa meter ketika tembok samping rumahnya jebol dan banjir menerjang dapurnya. “Bu Sukainah terbawa air, tapi langsung ditolong warga dan dievakuasi,” kata Anita.

Windi (50), warga lainnya, juga mengalami kerusakan serius. Bagian dapur rumahnya ambles setelah lantai empat meter persegi jebol dan tanah di bawahnya hanyut terbawa arus menuju anak sungai di tengah kampung. “Untung ibu saya sudah keluar rumah. Airnya masuk cepat sekali,” ujarnya.

BPBD Kota Malang melaporkan bahwa 39 titik banjir di seluruh wilayah kota serta satu kejadian pohon tumbang di Kecamatan Kedungkandang. Warga yang terdampak kini masih melakukan pembersihan rumah dan berharap ada langkah penanganan cepat dari pemerintah. Banjir kali ini disebut warga sebagai yang paling parah sejak 2019, ditandai dengan cepatnya debit air naik dan derasnya arus yang menghantam permukiman. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.