KabarBaik.co, Nganjuk – Sebuah prestasi membanggakan datang dari dunia peternakan Kabupaten Nganjuk. Seekor sapi raksasa milik peternak muda asal Desa Bukur, Kecamatan Patianrowo, sukses memikat hati Presiden Prabowo Subianto. Sapi tersebut rencananya akan dijadikan hewan kurban dan disembelih di Masjid Besar Nurul Huda Warujayeng, Nganjuk, pada Hari Raya Idul Adha mendatang.
“Bobotnya 1 ton 60 kilogram. Jenis sapinya termasuk Sapi Limosin,” ujar pengelola peternakan, Jovan Pratama, 20, saat ditemui di peternakannya pada Senin (25/5).
Jovan yang masih tergolong sangat muda, mengaku terkejut sekaligus bangga. Pasalnya, hewan ternak yang dirawatnya dengan penuh ketekunan selama lebih dari satu tahun itu kini resmi dipesan oleh orang nomor satu di Indonesia.
“Enggak nyangka sih bakal dibeli Presiden. Ini sapi usianya 2 tahun 5 bulan. Saya rawat sejak 1,5 tahun,” kata Jovan mengenang awal mula merawat sapi istimewa tersebut.
Menurut Jovan, sapi berjenis Limosin ini berada dalam kondisi yang sangat prima dan sehat untuk dikurbankan. Pemilihan sapi ini menjadi bukti bahwa kualitas peternakan lokal di daerah tidak kalah bersaing di tingkat nasional.
“Tentunya sangat senang ya, sangat bangga. Apalagi kan saya masih muda tapi sapi saya sudah dibeli Bapak Presiden,” lanjut pemuda berusia 20 tahun tersebut dengan rona bahagia.
Untuk membawa pulang sapi raksasa berbobot lebih dari satu ton ini, Presiden Prabowo merogoh kocek yang cukup dalam. Nilai jual yang fantastis ini dianggap sebanding dengan kualitas dan perawatan intensif yang telah diberikan. Jovan mengungkapkan bahwa sapi miliknya tersebut dibeli oleh Presiden Prabowo seharga Rp 122 juta.
Kini, menjelang pengiriman yang dijadwalkan pada hari Selasa esok, pihak peternakan tidak mau kecolongan. Mereka memperketat pengawasan dan pemeriksaan medis agar sapi tetap dalam kondisi terbaiknya saat tiba di lokasi penyembelihan.
Sebelum sapi tersebut dikirim, Jovan menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan monitoring bersama dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Nganjuk demi memastikan kesehatan sang sapi raksasa.






