Bank Sampah Medokan Ayu Terapkan AI, Sampah Kini Berubah Jadi Saldo Digital

oleh -86 Dilihat
IMG 20251108 WA0015
Setelah bertahun-tahun mencatat secara manual, komunitas perintis ini resmi memasuki era digital dengan mengimplementasikan sistem manajemen berbasis Artificial Intelligence (AI) yang inovatif.

KabarBaik.co – Komunitas Bank Sampah Cinta Medokan Ayu, Surabaya, kini selangkah lebih maju dalam upaya pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Setelah bertahun-tahun mencatat secara manual, komunitas perintis ini resmi memasuki era digital dengan mengimplementasikan sistem manajemen berbasis Artificial Intelligence (AI) yang inovatif.

Inisiatif transformasi ini merupakan hasil kolaborasi dan dukungan penuh dari tim dosen Fakultas Teknik dan Desain Universitas Hayam Wuruk (UHW) Perbanas Surabaya, yang mewujudkan sistem tersebut melalui program pengabdian kepada masyarakat.

Sejak berdiri pada tahun 2016, Bank Sampah Cinta Medokan Ayu memang dikenal memiliki sistem pengelolaan yang rapi. Namun, Hariadi Yutanto, S.Kom., M.Kom., ketua tim pengembang dari UHW Perbanas, melihat adanya peluang efisiensi. Ia dan timnya kemudian menghadirkan solusi melalui aplikasi digital bernama BSCMU.com.

“Selama ini pengelolaan sampah di Medokan Ayu sudah bagus, hanya saja masih dilakukan manual. Melalui BSCMU.com, kami menghadirkan sistem yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk memudahkan proses pencatatan, pelaporan, hingga perankingan,” jelas Hariadi Yutanto, Sabtu (8/11).

​BSCMU.com tidak hanya berfungsi sebagai buku besar digital, tetapi juga mengusung konsep gamifikasi. Sistem ini secara otomatis menampilkan peringkat antar kelompok nasabah berdasarkan volume sampah yang berhasil dikumpulkan, menciptakan semangat kompetisi yang sehat dan positif di tengah warga.

Fitur unggulan lainnya adalah AI Assistant yang tertanam dalam sistem. Fitur ini memungkinkan pengelola untuk berinteraksi langsung, menanyakan data spesifik, dan memperoleh laporan otomatis tanpa perlu melakukan perhitungan manual yang rumit.

Inovasi yang paling terasa dampaknya di tingkat akar rumput adalah sistem mini e-money. Dengan fitur ini, hasil pengumpulan sampah langsung dikonversi menjadi saldo digital, membuka peluang bagi warga untuk menikmati manfaat ekonomi secara transparan dan efisien.

“Kami ingin menunjukkan bahwa sampah bisa punya nilai ekonomi yang tinggi, dan dengan digitalisasi, nilainya bisa dikelola lebih transparan serta efisien,” tambah Hariadi.

​Pembina Komunitas Pahlawan Lingkungan Medokan Ayu, Nanang Andi, menyambut baik terobosan teknologi ini. Ia berharap sistem berbasis AI dapat segera diterapkan di seluruh Rukun Warga (RW) agar warga dapat belajar menggunakan teknologi hijau dalam pengelolaan sampah.

“Kami akan siapkan perwakilan di setiap RW agar bisa belajar langsung menggunakan aplikasi ini. Harapannya, digitalisasi ini membuat kerja bank sampah lebih cepat, akurat, dan yang terpenting, menarik minat warga untuk ikut berpartisipasi,” ujarnya.

Ketua LPMK Medokan Ayu, Rudy Judianto, turut memberikan apresiasi tinggi, menilai langkah digitalisasi ini sebagai bentuk kemajuan nyata masyarakat dalam mengelola lingkungan.

“Dengan sistem digital dan AI, pengelolaan sampah bukan lagi sekadar kegiatan sosial, tapi juga bagian dari transformasi lingkungan berbasis teknologi,” tegas Rudy. Ia berharap program semacam ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Surabaya.

Melalui penerapan BSCMU.com, Bank Sampah Medokan Ayu kini tidak hanya menjadi pelopor dalam gerakan lingkungan, tetapi juga membuktikan bahwa komunitas lokal mampu beradaptasi dengan tuntutan era digital, sekaligus memperkuat ekonomi sirkular di tingkat masyarakat.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.