Fasad Eks Toko Nam di Surabaya Dibongkar, Tetenger Jadi Pengganti

oleh -414 Dilihat
WhatsApp Image 2026 04 25 at 11.10.38 AM
Fasad eks Toko Nam yang dibongkar Pemkot Surabaya (Istimewa)

KabarBaik.co, Surabaya – Pemkot Surabaya resmi melakukan pembongkaran terhadap fasad eks Toko Nam di kawasan Jalan Embong Malang, Kamis (23/4). Langkah ini diambil setelah Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Surabaya memastikan bahwa struktur tersebut bukanlah bangunan asli, melainkan konstruksi baru yang kehilangan nilai keasliannya.

Ketua TACB Kota Surabaya Retno Hastijanti menjelaskan bahwa hasil kajian mendalam sebenarnya sudah ada sejak tahun 2012. Namun, eksekusi baru bisa dilakukan sekarang setelah adanya payung hukum yang kuat, yakni UU No. 11 Tahun 2010 dan peraturan menteri terkait penghapusan status cagar budaya.

“Hasil uji menunjukkan perbedaan signifikan dalam bentuk, ukuran, hingga teknik pengerjaan dibandingkan bangunan lama. Bangunan asli hanya menyisakan sedikit struktur di bagian kaki. Karena sudah kehilangan keasliannya, legalitas untuk penghapusan statusnya kini sudah terpenuhi,” ujar Retno di lokasi pembongkaran.

Pelurusan Sejarah dan Fungsi Pedestrian

Selama ini, struktur tersebut berstatus Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB). Dengan dibongkarnya fasad ini, Pemkot Surabaya bertujuan mengembalikan fungsi trotoar (pedestrian) di kawasan Embong Malang agar tidak lagi mengganggu akses pejalan kaki.

Sekretaris TACB Surabaya, Prof. Purnawan Basundoro, menambahkan bahwa bangunan asli Toko Nam—yang merupakan pelopor toserba modern pertama di Surabaya—sebenarnya sudah dibongkar saat pembangunan Tunjungan Plaza pada rentang 1998-1999. Fasad yang ada saat ini hanyalah replika “kenangan” yang dibangun di lokasi kedua Toko Nam.

“Toko Nam pertama kali berdiri di seberang Embong Malang dekat Monumen Pers, lalu pindah ke lokasi ini. Sejarah perpindahan dan nilai ikonik sebagai pelopor delivery service inilah yang akan kita jaga,” jelas Prof. Purnawan.

Tetenger Sebagai Pengganti

Meski fisiknya dibongkar, nilai sejarah Toko Nam tidak akan dihapus. Pemkot Surabaya bersama budayawan dan pegiat sejarah akan memasang tetenger atau plakat informasi sejarah yang dilengkapi foto-foto lama sebagai media edukasi publik.

Senada dengan pemerintah, pegiat sejarah dari Begandring Soerabaia, Kuncarsono Prasetyo, menilai langkah ini sudah tepat untuk menghindari disinformasi sejarah.

“Dalam arkeologi, mereplika bangunan di lokasi yang sama bisa menyesatkan publik karena dianggap bangunan asli. Karena ini replika, tidak ada alasan kuat untuk mempertahankannya sebagai aset cagar budaya. Langkah ini justru meluruskan pemahaman generasi baru,” pungkas Kuncar. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.