KabarBaik.co, Gresik – Ecoton telah melakukan pengujian kualitas air laut di perairan Manyarejo Mengare Gresik. Penelitian dilakukan terkait keluhan nelayan Mengare yang hasil tangkapannya menurun drastis usai adanya reklamasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar fosfat dan amonia mendominasi kawasan perairan dekat proyek reklamasi. Banyaknya fosfat dan amonia tidak baik untuk lingkungan laut. Kawasan perairan itu juga rendah kadar oksigennya.
Direktur Eksekutif Ecoton Daru Setyorini berharap temuan Ecoton bisa ditindaklanjuti oleh dinas terkait mulai dari dinas kelautan dan perikanan atau pun dinas lingkungan hidup.
“Kami mengharapakan dinas terkait mulai dari dinas kelautan dan perikanan dan DLH bisa melakukan monitoring di kawasan ini, di mana kita lihat ada reklamasi juga yang sedang berlangsung. Karena kita lihat ada truk uruk. Ada area mangrove yang mati juga tapi di belakangnya masih ada perairan,” ujar Daru, Kamis (14/5) lalu.

Daru juga berharap dinas terkait untuk bisa memastikan validitas kegiatan di area garis pantai Manyarejo Mengare apakah sudah sesuai izin atau belum.
“Proyek reklamasi ini kan sedang berjalan, mohon dinas kelautan dan perikanan memastikan apakah kegiatan-kegiatan di area garis pantai Manyarejo Mengare ini memiliki izin yang disyaratkan oleh pemerintah atau tidak, kemudian dampak ke kualitas perairannya juga,” lanjut Daru.
Permintaan Daru sangat beralasan karena selain temuan penelitian soal penurunan kualitas air laut, tim Ecoton juga melihat sendiri luasan lahan penuh mangrove yang mati. Mangrove-mangrove tersebut memang masih berdiri tegak, namun dalam kondisi mati dengan batang kering berwarna kecoklatan.
“Kita lihat ada mangrove yang mati. Kami kuatirkan di situ mungkin ada penimbunan ilegal urukan limbah B3 untuk urukan reklamasi. Jadi ini memang harus ditelusuri lagi. Ada aktivitas apa di sepanjang garis Pantai Manyarejo Mengare ini yang bisa menimbulkan gangguan pada ekositem mangrove dan pantai di Gresik,” tandas Daru. (*)







