KabarBaik.co, AS- Satu kejutan lagi tersaji di Piala Dunia 2026. Selasa (30/6) pagi WB, tim ranking ke-41 Paraguay berhasil menyingkirkan raksasa Jerman melalui drama adu penalti. Skor 4-3 setelah imbang 1-1 hingga extra time.
La Albirroja, yang lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik, membuktikan bahwa semangat dan pertahanan disiplin bisa mengalahkan favorit utama.
Gol Julio Enciso pada menit ke-42 memberi keunggulan Paraguay di babak pertama melawan dominasi Jerman. Kai Havertz menyamakan kedudukan pada menit ke-54 dengan sundulan. Jerman gagal memanfaatkan banyak peluang, termasuk 16 tendangan sudut. Di extra time, gol Jonathan Tah dianulir wasit karena pelanggaran kontroversial terhadap kiper Orlando Gill, memicu reaksi besar dari kubu Jerman.
Di babak tos-tosan, Orlando Gill menjadi pahlawan dengan dua penyelamatan krusial. Termasuk terhadap eksekusi Kai Havertz dan Nick Woltemade. Jonathan Tah mengirim tendangannya melambung tinggi, dan Jose Canale mencetak penalti penentu di sudden death, yang mengantarkan Paraguay lolos ke babak 16 besar untuk kali pertama sejak 2010. Ini juga menjadi kekalahan penalti pertama Jerman di Piala Dunia.
Media-media Jerman pun tidak menyembunyikan kekecewaan mendalam. Mereka menyebut kegagalan ini sebagai “disaster” dan “fiasco” lanjutan. Penampilan lemah, kurang kreativitas, dan kegagalan mental di momen krusial. Banyak yang menuntut perubahan fundamental di tim Julian Nagelsmann.
Sejumlah media juga menekankan kontroversi VAR atas gol Tah yang dianulir sebagai “tidak bisa dipahami” dan dinilai sebagai “keputusan salah”. Fans dan komentator juga mengkritik pertahanan yang “buruk” dan permainan statis. Ini menjadi eliminasi dini ketiga berturut-turut bagi Jerman sejak 2018, memicu panggilan untuk evaluasi besar-besaran.
Di sisi lain, Paraguay merayakan kemenangan bersejarah mereka sebagai momen ikonik. Beberapa media memberitakan “Batacazo mundial” alias kejutan dunia dan euforia nasional. Bahkan, ada pembicaraan soal hari libur nasional untuk merayakannya.
Pemain seperti Gustavo Gomez dan pelatih Gustavo Alfaro dipuji atas disiplin, semangat juang, dan “fuerza guaraní”. Kiper Orlando Gill dan Jose Canale menjadi pahlawan nasional. Kiju, skuad Paraguay siap menghadapi pemenang Prancis vs Swedia di babak berikutnya.
Bagi Jerman, kekalahan ini kembali menandai akhir pahit, yang sebelumnya dianggap sebagai salah satu favorit juara, sementara Paraguay menulis sejarah baru dengan membuktikan bahwa di Piala Dunia, segalanya mungkin. Pertandingan ini akan dikenang sebagai salah satu upset terbesar turnamen. (*)






