Bawaslu Tekankan Pentingnya Konsolidasi Demokrasi Jelang Pemilu 2029

oleh -53 Dilihat
Ketua Bawaslu Kota Pasuruan, Vita Suci Rahayu sedang giat zoom. (Foto: Zia Ulhaq)

KabarBaik.co, Pasuruan – Ketua Bawaslu Kota Pasuruan, Vita Suci Rahayu, bersama dua pimpinan lainnya mengikuti kegiatan zoom meeting yang dilaksanakan Bawaslu RI, Jumat (20/2). Rapat tersebut membahas penekanan kegiatan konsolidasi demokrasi di lingkungan Bawaslu, sebagai bagian dari upaya memperbaiki kualitas demokrasi pasca pemilu.

Totok Hariyono, salah seorang pimpinan Bawaslu RI, mengibaratkan Bawaslu dalam kasta adalah sebagai kasta ksatria yang mempunyai tugas menjaga demokrasi. Konsolidasi demokrasi dipandang sebagai jawaban atas berbagai persoalan pemilu yang masih menjadi sorotan publik, mulai dari dugaan intervensi lembaga lain, praktik politik uang, hingga pergeseran suara yang berujung pada menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap hasil pemilu.

Kegiatan ini juga menekankan kembali ketentuan hukum terkait larangan keterlibatan aparatur negara dalam politik praktis. Termasuk sanksi pidana bagi anggota TNI, Polri, dan ASN yang membuat kebijakan atau tindakan yang menguntungkan pasangan calon tertentu. Keterlibatan aparat negara dalam politik praktis dinilai sebagai ancaman serius bagi demokrasi yang jujur dan adil.

Ketua Bawaslu Kota Pasuruan, Vita Suci Rahayu, menyampaikan bahwa konsolidasi demokrasi harus dilakukan secara substantif, tidak hanya bersifat administratif dan prosedural. Demokrasi harus dimaknai sebagai upaya melindungi kepentingan rakyat dari kekuasaan yang menyimpang, dengan belajar dari sejarah. Termasuk contoh naiknya rezim fasis melalui jalur demokrasi elektoral yang sangat merugikan.

“Pengawasan partisipatif menjadi kunci, Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri Demokrasi harus dibicarakan di mana saja, di ruang diskusi, warung kopi, tempat olahraga dan itu semua perlu dicatat, dilaporkan, serta bisa dipertanggungjawabkan kepada publik,” ujar Vita.

Melalui konsolidasi yang dilakukan secara rutin, lanjut Vita, diharapkan pada Pemilu 2029 tidak lagi muncul stigma negatif terhadap penyelenggara pemilu. Justru sebaliknya, Bawaslu diharapkan mendapat simpati dan dukungan masyarakat sebagai garda terdepan penjaga demokrasi. “Jika masih ada Bawaslu saja demokrasi bisa amburadul, maka bagaimana jika tidak ada Bawaslu?” cetus Vita. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ziaul Haq
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.