Bayangan di Balik Tirai Anyaman: Siliwung, Penunggu Udara Terjebak

oleh -346 Dilihat

KabarBaik.co- Di rumah-rumah tua di dataran tinggi Garut dan Tasikmalaya, banyak jendela masih memakai tirai dari anyaman bambu yang digulung ke atas saat pagi, dan dibiarkan turun saat sore menjelang magrib.

Namun ada satu kebiasaan yang diwariskan diam-diam: tirai anyaman tidak boleh diturunkan tergesa-gesa, apalagi sambil marah. Jika dilakukan, dipercaya bisa membangunkan sesuatu yang disebut warga sebagai Siliwung.

Makhluk Tanpa Wujud, Tapi Bernapas

Siliwung adalah entitas tak kasatmata yang dipercaya sebagai roh dari udara terjebak udara yang panas, penuh amarah, atau suara-suara yang tak sempat dikeluarkan seseorang saat sedang bersedih atau kecewa.

Ketika tirai bambu digulung dengan kasar atau dijatuhkan sembarangan, udara yang selama ini tertahan di baliknya dipercaya melepaskan diri secara tidak wajar, dan Siliwung pun muncul bukan sebagai bentuk, tapi sebagai gejala.

Warga menyebut tanda-tanda kehadiran Siliwung antara lain:

Angin yang berputar hanya di dalam ruangan, tidak menyentuh pohon di luar. Tirai bergerak pelan saat ruangan tertutup rapat. Bau wangi bunga cempaka atau amis daging mentah, bergantian.

Tidak Mengganggu, Tapi Menyimpan Rasa

Siliwung tidak membisikkan atau menampakkan diri. Ia hanya membuat penghuni rumah merasa berat di ubun-ubun, seperti ada tekanan yang tidak bisa dijelaskan. Kadang, anak-anak kecil jadi sering menangis tanpa sebab setiap sore hari, atau ayam peliharaan enggan bertelur di sekitar jendela tersebut.

Menurut kepercayaan lokal, satu-satunya cara menenangkan Siliwung adalah dengan membuka semua jendela rumah selama tiga hari berturut-turut, dari fajar hingga matahari sepenuhnya terbit, sambil membakar kulit jeruk kering sebagai penyeimbang unsur udara.

Namun, jika sudah terlanjur terganggu, warga menyarankan untuk tidak tidur menghadap jendela, sebab Siliwung akan menyusup ke mimpi, dan menyampaikan cerita-cerita yang tidak pernah terjadi, tapi terasa seperti milik sendiri.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Muhammad Rizqi Hidayah
Editor: Lilis Dewi


No More Posts Available.

No more pages to load.