KabarBaik.co – Bea Cukai Malang tengah memantau kegiatan ekspor pegiat UMKM di Kota dan Kabupaten Malang. Agnita Aditya Wardani, Pejabat Fungsional Pemeriksa Ahli Pertama Bea Cukai Malang, menyatakan bahwa mereka telah melakukan pelatihan ekspor dengan mengundang praktisi di bidang tersebut untuk mendukung pengembangan UMKM.
“Kami mengadakan acara ngopi di Klinik Ekspor setiap bulan untuk membantu UMKM. Pada tahun ini, sudah ada 35 UMKM dari Malang Raya yang akan melakukan ekspor perdana,” ujar Agnita saat dijumpai di Kantor Bea Cukai Malang, Sabtu (2/8).
Agnita menjelaskan beberapa produk yang sudah siap untuk diekspor, meliputi makanan, minuman, dan kriya. “Kriya di Singosari, ada produk topeng daur ulang yang diekspor ke Australia untuk tujuan seni atau kerajinan. Sementara itu, makanan dan minuman akan diekspor ke Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Hongkong, dan Taiwan,” jelasnya.
Agnita juga mencatat beberapa bidang UMKM yang memenuhi syarat untuk ekspor. Pihaknya berinisiatif untuk mengumpulkan data dari seluruh kelurahan di Kota dan Kabupaten Malang. “Dalam program ini kami aktif mencari peluang untuk memenuhi permintaan ekspor yang sesuai dengan kualifikasi,” katanya.
Agnita menjelaskan beberapa tantangan dalam memenuhi kebutuhan jumlah ekspor. Menurutnya, pegiat UMKM sering merasa terbebani ketika diminta memproduksi dalam jumlah besar dan kewajiban menjaga kualitas produk mereka. “Ini menjadi perhatian penting dalam memperluas ekspor secara berkelanjutan,” pungkasnya. (*)







