Berawal dari Studio Kampung di Sidoarjo, Juma adi Kini Tembus Panggung Seni Australia

oleh -113 Dilihat
WhatsApp Image 2026 05 09 at 12.30.41 PM
Jumaadi saat menunjukan karya seninya (istimewa)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Di balik gang kampung Dusun Pecantingan, Desa Sekardangan, Sidoarjo, Berdiri sebuah studio sederhana yang menjadi saksi perjalanan besar seorang seniman lokal menuju panggung dunia. Dari tempat itulah, Juma adi membangun mimpi hingga akhirnya dikenal di berbagai negara, termasuk Australia.

Tak lahir dari keluarga seniman besar ataupun studio mewah, Juma adi justru memulai semuanya secara mandiri. Studio yang ia bangun sendiri sejak 2001 menjadi ruang lahirnya karya-karya yang kini dipamerkan di museum internasional dan galeri dunia.

“Studio ini saya bangun sendiri. Dari sinilah semuanya berangkat,” ujar Juma adi, Sabtu (9/5).

Perjalanan seninya dimulai secara serius sejak 2004. Sejak saat itu, ia terus meniti karier hingga berhasil menggelar hampir 40 pameran tunggal di berbagai negara. Salah satu negara yang paling sering menjadi bagian perjalanan kariernya adalah Australia, tempat ia kini menetap di Sydney.

“Pameran tunggal itu sudah hampir ke-40 sejak 2004. Jadi kurang lebih sudah 22 tahun perjalanan saya,” katanya.

Nama Juma adi perlahan dikenal dunia karena karakter karyanya yang unik dan kuat. Ia konsisten mempertahankan teknik handmade dalam setiap karya, meski mulai memadukannya dengan teknologi modern seperti proyektor dan sistem komputerisasi.

“Teknologi itu alat, bukan yang menguasai. Karya saya tetap berbasis handmade, itu identitas yang tidak bisa dilepas,” tegasnya.

Tahun 2026 menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan kariernya. Dalam satu tahun, ia menjalani sederet agenda internasional mulai dari pameran museum di Busan dan Shanghai, hingga tampil di art fair internasional di Hong Kong bersama ISA Gallery Jakarta.

Tak berhenti di situ, Juma adi kini tengah mempersiapkan proyek instalasi dan pertunjukan seni berskala besar di Australia pada November mendatang. Proyek tersebut digarap hampir dua tahun, mulai dari riset hingga produksi.

Meski telah menetap di Australia dan dikenal di panggung internasional, Juma adi men gaku tetap menjadikan Sidoarjo sebagai akar kreativitasnya. Baginya, studio sederhana di kampung halamannya ini bukan sekadar tempat bekerja, tetapi simbol perjalanan hidup yang membawanya melintasi batas negara.

Kisah Juma adi menjadi bukti bahwa mimpi besar bisa lahir dari ruang sederhana. Dari sebuah studio kampung di Sidoarjo, ia berhasil membawa nama Indonesia menembus panggung seni dunia. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini
Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.