Berlangsung di Kampus Unair Surabaya, Mahasiswa Dibekali Literasi Keuangan sebagai Bekal Kemandirian Finansial

oleh -96 Dilihat
IMG 20260812 WA0047
Edukasi ini menjadi bagian dari roadshow literasi keuangan di lingkungan perguruan tinggi. (Foto: Dani)

KabarBaik.co, Surabaya – Kemampuan mengelola keuangan sejak usia muda menjadi salah satu bekal penting bagi mahasiswa untuk membangun kemandirian finansial sekaligus mempersiapkan masa depan ekonomi yang lebih baik.

Hal tersebut mengemuka dalam talkshow literasi keuangan bertajuk “Financial Literacy on the Way: Mandiri Finansial Dimulai Hari Ini” yang digelar PT Pegadaian melalui program Pegadaian Peduli di The Gade Creative Lounge (TGCL), lantai 3 Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (Unair) Kampus Dharmawangsa B, Surabaya, Rabu (12/8).

Puluhan mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Edukasi ini menjadi bagian dari roadshow literasi keuangan di lingkungan perguruan tinggi yang diarahkan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pengelolaan keuangan, investasi, serta pengambilan keputusan finansial secara bijak.

Asisten Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur, Indrawan Nugroho Utomo mengatakan, generasi muda memiliki peluang besar untuk membangun kondisi finansial yang lebih baik seiring semakin mudahnya akses terhadap layanan keuangan melalui teknologi digital.

Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan risiko apabila tidak diimbangi pemahaman keuangan yang memadai. “Pelaku kejahatan keuangan tidak mengenal hari libur dan menyasar generasi muda seperti mahasiswa yang minim literasi,” katanya.

Menurut dia, mahasiswa perlu memahami risiko dalam mengelola keuangan, termasuk ketika menggunakan berbagai fasilitas pembiayaan digital. Salah satunya layanan paylater yang kini mudah ditemukan pada berbagai platform perdagangan elektronik.

Ia menjelaskan paylater merupakan layanan keuangan yang legal apabila digunakan sesuai ketentuan. Namun, penggunaan yang tidak terkontrol dapat menimbulkan persoalan keuangan dan berdampak terhadap riwayat kredit seseorang.

“Penggunanya banyak dari kelompok umur remaja dan mahasiswa. Misalnya membeli barang yang bukan kebutuhan primer seperti aksesori telepon seluler, sepatu, telepon seluler, atau kebutuhan penunjang penampilan dengan mengandalkan paylater,” ujarnya.

Indrawan mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan gaya hidup dan tekanan sosial di media digital sebagai alasan untuk mengambil keputusan finansial secara impulsif. Fenomena fear of missing out (FOMO), kebiasaan mengikuti tren, hingga keinginan menunjukkan gaya hidup tertentu dapat mendorong seseorang berutang tanpa mempertimbangkan kemampuan membayar.

Karena itu, literasi keuangan tidak sekadar mengajarkan cara menabung, tetapi juga membentuk kemampuan untuk membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun anggaran, mengendalikan arus kas, serta memahami risiko sebelum mengambil keputusan keuangan.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan materi mengenai pengelolaan anggaran pribadi, pengaturan arus kas, dana darurat, perencanaan keuangan jangka panjang, hingga pengenalan instrumen investasi yang dapat disesuaikan dengan tujuan dan profil risiko masing-masing.

Salah satu instrumen yang diperkenalkan adalah investasi emas. Instrumen tersebut dinilai dapat menjadi alternatif bagi generasi muda untuk mulai mengenal investasi secara bertahap dengan nominal yang relatif terjangkau.

Senior Officer PT Pegadaian Area Surabaya 1, Eko Ngardiyanto, mengatakan mahasiswa dapat mulai membangun kebiasaan menabung dan berinvestasi dari nominal kecil. “Saatnya mandiri mengatur cash flow sendiri. Menabung emas bisa dimulai dari Rp 10 ribu. Dimulai sedikit dan dari langkah kecil, mudah-mudahan bisa berguna untuk lima sampai 10 tahun ke depan,” katanya.

Ia menambahkan, perkembangan layanan digital juga membuat masyarakat semakin mudah mengakses layanan keuangan, termasuk tabungan emas melalui aplikasi Pegadaian.

Sementara itu, Penyuluh Antikorupsi PT Pegadaian, Akhmad Asfahani, menekankan pentingnya integritas dalam industri jasa keuangan. Menurut dia, kepercayaan menjadi salah satu modal utama dalam menjalankan bisnis jasa keuangan. “Pegadaian merupakan perusahaan jasa dan bisnis kepercayaan sehingga sangat penting bagi seluruh karyawan memiliki integritas dan mengampanyekan antikorupsi,” ujarnya.

Direktur Jaringan dan Operasi PT Pegadaian, Eka Pebriansyah, mengatakan literasi keuangan merupakan bekal penting bagi generasi muda dalam membangun masa depan yang mandiri dan sejahtera.”Generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di masa depan. Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijak sejak dini,” katanya.

Melalui program Financial Literacy on the Way, Pegadaian berkomitmen memperluas edukasi dan inklusi keuangan dengan menghadirkan materi yang praktis dan relevan bagi generasi muda.

Selain talkshow dan diskusi interaktif, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membentuk Duta Literasi Keuangan. Mahasiswa yang terlibat diharapkan dapat menjadi agen perubahan dengan menyebarkan pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan yang sehat di lingkungan kampus maupun komunitas.

Edukasi tersebut pada akhirnya tidak hanya diarahkan agar mahasiswa mampu mengelola uang saku atau pendapatan secara mandiri. Lebih jauh, mereka diharapkan memiliki kemampuan merencanakan masa depan, memahami risiko investasi, menghindari keputusan keuangan yang impulsif, serta membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini.

Dengan kemampuan tersebut, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi konsumen produk keuangan, tetapi juga mampu menjadi pengambil keputusan finansial yang cerdas dan bertanggung jawab. (*) 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.