Berlangsung Ratusan Tahun, Ini Ritual Barong Ider Bumi Banyuwangi yang Dipercaya Sebagai Penangkal Balak

oleh -254 Dilihat
ritual Barong Ider Bumi
ritual Barong Ider Bumi

KabarBaik.co, Banyuwangi – Masyarakat adat Osing di Desa Kemiren menggelar ritual Barong Ider Bumi. Tradisi yang digelar di hari kedua Lebaran itu merupakan upaya tolak bala sekaligus wujud rasa syukur yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Ritual dimulai dengan doa bersama di petilasan Buyut Cili sebelum arak-arakan barong diberangkatkan. Prosesi kemudian menempuh jarak kurang lebih 2 kilometer dari sisi timur menuju barat Desa Kemiren.

Sepanjang rute, tokoh adat melakukan tradisi sembur uthik-uthik, yaitu menebarkan sekitar 999 koin logam yang dicampur beras kuning dan aneka bunga. Aksi ini menjadi rebutan warga karena simbolis sebagai bentuk membuang sial.

Sebagai puncak acara, rangkaian ritual ditutup dengan prosesi selamatan kampung yang dilakukan secara massal. Tak lengkap rasanya ritual ini tanpa kehadiran Tumpeng Pecel Pitik, kuliner tradisional khas Banyuwangi yang menjadi menu wajib dalam setiap perayaan sakral di Desa Kemiren.

Pecel Pitik sendiri berbahan utama ayam kampung muda yang dipanggang utuh di atas kayu bakar. Daging ayam kemudian disuwir manual dan dicampur dengan bumbu parutan kelapa muda yang kaya rempah seperti cabai rawit, terasi, dan daun jeruk. Aroma sedap dari jamuan ini menjadi penanda berakhirnya ritual sekaligus mempererat tali persaudaraan antarwarga.

Tokoh adat Kemiren, Suhaimi, mengatakan tradisi ini berawal dari peristiwa wabah dan gagal panen pada 1840-an. Saat itu, warga mendapat petunjuk leluhur untuk mengarak barong sebagai simbol penolak marabahaya.

Kala itu, Desa Kemiren dilanda wabah mematikan dan gagal panen akibat serangan hama yang masif. Kondisi desa mencekam dengan banyaknya warga yang menjadi korban jiwa dalam waktu singkat.

“Kemudian muncul masa paceklik yang sangat panjang. Sesepuh desa saat itu meminta saran kepada Mbah Buyut Cili yang dipercaya sebagai leluhur kami. Pencerahan datang melalui mimpi, di mana warga diminta mengarak Barong berkeliling kampung untuk mengusir kemalangan,” ungkap Suhaimi.

Ribuan warga dan wisatawan tampak memadati sepanjang rute arak-arakan untuk menyaksikan langsung jalannya ritual sakral tersebut. Tradisi ini tidak hanya sekadar sebuah, ritual melainkan juga menjadi atraksi wisata bagi masyarakat Banyuwangi yang tengah pulang ke kampung halaman.

Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Hartono, menyebut Barong Ider Bumi kini menjadi bagian dari kalender Banyuwangi Attraction 2026 dan rutin menarik wisatawan.

“Terima kasih kepada masyarakat yang sudah bergotong royong menyukseskan event ini. Acara ini terselenggara setiap tahun dan terbukti selalu sukses menarik minat wisatawan luar daerah untuk datang ke Banyuwangi,” ujar Hartono.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini
Penulis: Ikhwan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.