Bertani– Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap temuan lima jenis pupuk palsu yang beredar di pasaran dan berpotensi menyebabkan kerugian petani hingga Rp3,2 triliun nasional. Sebagian besar petani pembelinya menggunakan dana pinjaman dari program Kredit Usaha Rakyat (KUR), sehingga gugur panen berujung kebangkrutan.
“Bayangkan, kalau pupuknya palsu, itu kerugian petani. Baru kita temukan di lima pupuk palsu saja, potensi kerugian sudah Rp3,2 triliun. Tapi ini bukan cuma soal uang, petaninya bisa langsung bangkrut. Ini pinjaman, pinjaman KUR,” tegas Amran kepada wartawan di Makassar, Sabtu (12/7).
Meski belum membeberkan detail jenis dan lokasi temuan, Amran memastikan pihaknya akan menindak tegas pelaku pemalsuan sesuai hukum dan tak memberi toleransi pada kejahatan di sektor pertanian. Ia mendesak pengawasan distribusi pupuk dan pendidikan kepada petani untuk mengenali produk asli.
Amran menambahkan bahwa selama memimpin Kementerian Pertanian, fokusnya adalah meningkatkan kesejahteraan petani dan menegakkan keadilan agraria agar petani tak lagi jadi korban.
“Kami ingin pertanian Indonesia berjaya. Ini harus kita bereskan. Selama kami di pertanian, kami fokus untuk melindungi petani,” ujarnya, sembari menegaskan komitmen mendukung visi Presiden Prabowo Subianto menjadikan Indonesia lumbung pangan dunia melalui penguatan ketahanan pangan dan swasembada.
Sebagai langkah nyata, berikut beberapa tips praktis bagi petani untuk membedakan pupuk asli dari yang palsu, berdasarkan pedoman Kementan dan praktisi:
-
Periksa kemasan dan label resmi
Pupuk asli jelas terdaftar di Kementan, mencantumkan nama produsen, kode izin edar (NPP), label SNI, logo Pupuk Indonesia, QR Code, dan stempel “Pupuk Bersubsidi” atau “Barang Dalam Pengawasan” -
Waspadai harga yang terlalu murah
Harga jauh di bawah pasar bisa jadi tipuan. Pupuk palsu sering dijual lebih murah untuk menarik pembeli tanpa kualitas yang dijanjikan . -
Perhatikan kualitas kemasan/sablon dan kekuatan karung dalam
Kemasan asli dilengkapi inner karung yang kuat, warna sablon tajam, dan cetakan kemasan rapi. Kemasan palsu biasanya kusam, sablon pudar, atau inner lemah -
Kenali sifat fisik, aroma, dan reaksi di air
-
Pupuk asli berwarna cerah, tahan larut, dan beraroma khas;
-
Palsu biasanya kusam, cepat larut, lebih berat, dan berbau menyengat atau tidak wajar. Misalnya, NPK asli: unsur urea baunya agak tajam, DAP terasa asam bila dijilat, dan unsur KCl berwarna merah—kalau pati warna kuning dan tekstur rapuh, bisa jadi palsu.
-
-
Lakukan pemeriksaan online melalui database resmi
Cek nomor NPP di situs resmi pemerintah (misalnya melaluipestisida.id/pupuk_app
) untuk memastikan status pendaftaran pupuk. -
Cek di kios/distributor resmi
Pupuk subsidi hanya tersedia di kios resmi dengan spanduk dan distributor dengan surat resmi; jika ditemukan di pasar online atau digosipkan lewat mulut ke mulut, patut dicurigai.
Dengan mengenali ciri fisik, label resmi, kemasan, serta memverifikasi keaslian melalui kanal resmi, petani dapat mengurangi risiko membeli pupuk palsu. Bila menemukan indikasi pemalsuan, segera simpan sampel dan laporkan ke kios resmi atau call center Pupuk Indonesia untuk ditindaklanjuti. (*)