Bertemu Presiden AS, Luhut Yakin Transisi Kepemimpinan dari Jokowi ke Prabowo Bakal Berjalan Baik Sekali

oleh -97 Dilihat
LUHUT BIDEN
Luhut Binsar Pandjaitan (tengah) bersalaman dengan Presiden AS Joe Biden (kiri), (foto IG Luhut)

KabarBaik.co- Prabowo Subianto bakal resmi menjabat sebagai Presiden RI pada 20 Oktober 2024, menggantikan Joko Widodo (Jokowi). Selepas itu, Presiden ke-8 itu akan mengumumkan nama-nama usunan Kabine atau jajaran menteri di masa pemerintahan untuk 5 tahun ke depan.

Besar kemungkinan wajah kabinet akan banyak berubah, meski sebagian nama akan dipertahankan. Beberapa nama yang berpeluang besar tergantikan antara lain Luhut Binsar Panjaitan.

Namun, menjelang akhir masa jabatannya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi itu bercerita telah bertemu Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. Pertemuan itu atas fasilitasi Michael Bloomberg, bos media di AS.

Pengakuan itu disampaikan Luhut dalam unggahan di Instagram resmi miliknya @luhut.pandjaitan. Dalam unggahan tersebut, terlihat foto Luhut bersalaman dengan Joe Bidan dengan didambingi Bloomberg.

“Di sela-sela acara Bloomberg Global Business Forum yang saya hadiri lima hari yang lalu, Michael Bloomberg memperkenalkan Presiden Joe Biden kepada saya. Tak disangka ternyata beliau masih ingat ketika itu kami pernah berbicara via telepon bersama juga dengan Presiden Jokowi,” tulis Luhut dalam keterangan di unggahannya, Senin (30/9).

Selepas bertemu Presiden AS, Luhut langsung terbang menuju ke White House (Gedung Putih) di Washington DC, AS. Dia bertemu dengan Amos Hochstein, yang disebutnya sebagai tangan kanan Biden.

Dalam kesempatan itu, Luhut menyampaikan bahwa transisi kepemimpinan dari Jokowi ke Prabowo akan berjalan sangat baik sekali. ’’Karena keduanya (Jokowi dan Prabowo, Red) saling mengenal dan saling mendukung program satu sama lainnya,” tulis Luhut lebih lanjut.

Luhut meyakinkan Hochstein bahwa politik luar negeri di era Prabowo nanti juga akan bersahabat, sama seperti pemerintahan Jokowi sekarang. Hal itu terlihat dari bagaimana Prabowo juga sudah mulai melaksanakan kunjungan ke beberapa negara tetangga.

Ia merasa bangga menyaksikan langkah besar yang diambil untuk masa depan pembangunan berkelanjutan di Indonesia dan dunia. ’’Di sela-sela Sidang Umum PBB yang digelar di New York, saya mewakili pemerintah Indonesia menandatangani Nota Kesepahaman dengan UNDP dan Tony Blair Institute for Global Change (TBI),’’ ujarnya.

Dua lembaga itu, lanjut dia, bergabung dengan Global Blended Finance Alliance (GBFA), platform yang digagas sejak Kepresidenan G20 Indonesia dua tahun yang lalu. ’’Ini adalah langkah penting dalam upaya kita menutup kesenjangan pembiayaan SDG dan aksi iklim di negara-negara berkembang,’’ ungkapnya.

Luhut yakin, kolaborasi ini akan membawa dampak nyata. UNDP dan TBI sebagai knowledge partners memiliki keahlian dan pengalaman yang luar biasa untuk membantu menjembatani kesenjangan. ’’Indonesia, bersama para mitra global, akan terus berada di garda depan untuk memastikan masa depan yang lebih baik bagi semua,’’ katanya.

Memang, sebut Luhut, ini terhitung baru langkah awal. Tapi, perlu dicatat bahwa ini adalah momen penting yang menunjukkan komitmen Indonesia sebagai salah satu kekuatan besar dunia dalam energi baru dan terbarukan.

’’Bersama-sama, kita siap mengatasi dampak perubahan iklim dan mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan untuk generasi mendatang,’’ pungkas Luhut. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini



No More Posts Available.

No more pages to load.