KabarBaik.co, Indramayu – Perum Bulog terus memperkuat perannya dalam menjaga ketahanan pangan nasional melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Bulog Peduli Petani. Program ini digelar di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, salah satu sentra produksi padi strategis di Indonesia.
Pemimpin Wilayah Jawa Barat Perum Bulog Nurman Susilo, mengatakan program ini menjadi bentuk nyata komitmen perusahaan dalam mendukung petani sekaligus memperkuat sistem pangan nasional.
“Program Bulog Peduli Petani ini merupakan wujud nyata komitmen Perum Bulog dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat perlindungan bagi petani sebagai garda terdepan sektor pertanian. Melalui sosialisasi asuransi pertanian ini, kami ingin mendorong petani agar semakin memahami pentingnya mitigasi risiko usaha tani sehingga tetap produktif dan berkelanjutan di tengah berbagai tantangan,” ujar Nurman Susilo, Rabu (29/4).
Indramayu dikenal sebagai wilayah dengan potensi pertanian besar. Sebagian besar wilayahnya berupa dataran rendah dengan tingkat kemiringan lahan 0–2 persen yang mencakup sekitar 96,03 persen dari total luas daerah. Kondisi ini menjadikan Indramayu sangat ideal untuk pengembangan padi.
Hingga akhir 2025, produksi padi di wilayah ini mencapai 1,63 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Angka tersebut menempatkan Indramayu sebagai salah satu lumbung padi nasional yang berkontribusi besar terhadap ketersediaan pangan.
Meski demikian, sektor pertanian di daerah ini masih menghadapi berbagai tantangan. Perubahan iklim, banjir, kekeringan, hingga serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) kerap menjadi ancaman serius bagi petani. Risiko tersebut tidak jarang menimbulkan kerugian hingga gagal panen.
Untuk menjawab tantangan itu, Bulog melalui Kantor Cabang Indramayu bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian setempat menggelar sosialisasi asuransi pertanian. Kegiatan ini diikuti oleh 30 petani dan 5 Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman menyeluruh mengenai manfaat asuransi pertanian, prosedur pendaftaran, hingga mekanisme klaim. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan petani dalam menghadapi berbagai risiko usaha tani.
Sosialisasi digelar di Hotel Trisul, Indramayu, sebagai bagian dari upaya Bulog memperluas dampak positif program TJSL kepada masyarakat, khususnya petani.
Melalui program Bulog Peduli Petani, Bulog menegaskan perannya tidak hanya sebagai stabilisator pangan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pemberdayaan petani.
Program ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 2: Tanpa Kelaparan, yang mendorong terwujudnya sistem pertanian tangguh dan berkelanjutan serta peningkatan kesejahteraan petani.(*)





