KabarBaik.co Nganjuk – Menyambut Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang diperingati setiap akhir Juni, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nganjuk bergerak masif.
Langkah preventif terus digencarkan melalui program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) demi melindungi masa depan daerah berjuluk Kota Anjuk Ladang ini.
“Melalui peringatan HANI, kami ingin menggugah kesadaran kolektif warga Nganjuk bahwa narkoba adalah ancaman nyata bagi masa depan generasi bangsa,” ungkap Wahyu Tri Sutrisno, Katim P2M BNNK Nganjuk, Kamis (25/6).
Strategi benteng pertahanan ini dilakukan dengan mendorong penguatan program regulasi seperti Desa Bersinar (Bersih Narkoba).
BNNK Nganjuk menilai, penegakan hukum saja tidak akan cukup tanpa adanya ketahanan yang kuat dari tingkat keluarga dan pemerintahan desa.
“Dengan begitu kami berharap setiap aparatur desa, RT/RW, hingga tokoh masyarakat memiliki kemampuan deteksi dini terhadap peredaran narkoba di lingkungannya,” jelas Wahyu.
Namun, tantangan di era modern kini telah bergeser. Peredaran gelap narkoba mulai merambah ke ranah digital dan menyasar anak-anak muda dari Generasi Z serta Alpha melalui media sosial dan aplikasi pesan singkat.
BNNK Nganjuk pun merespons cepat dengan memperluas sosialisasi ke sekolah-sekolah demi membekali pelajar kemampuan menolak narkoba (say no to drugs).
“Tantangan terbesar kita saat ini adalah pengawasan ruang digital anak-anak kita. Oleh karena itu, LPK atau sosialisasi ke sekolah-sekolah terus kami perluas. Kami juga mengedukasi orang tua agar lebih peka terhadap perubahan perilaku anak di rumah demi meminimalisir risiko keterlibatan pada zat terlarang,” timpal Penyuluh Narkoba Ahli Pertama, Dida Prayojana Mahardika.
Sebagai penutup, BNNK Nganjuk mengimbau masyarakat untuk tidak takut melapor jika melihat indikasi penyalahgunaan narkoba.
Bagi korban yang melaporkan diri secara sukarela untuk rehabilitasi, pihak BNNK menjamin kerahasiaan penuh serta memastikan bebas dari tuntutan pidana.








