Dari Sarjana Kimia hingga Doktor SDM, Cerita Kombes Ganis Menembus Batas Pendidikan dan Pengabdian

oleh -758 Dilihat
WhatsApp Image 2026 06 24 at 8.41.03 PM
Kombes Ganis Setyaningrum raih gelar Doktor Sumber Daya Manusia dengan predikat sangat memuaskan dari Unair (Ist)

KabarBaik.co, Surabaya – Belajar tak kenal sekat, jarak, dan batas waktu. Itulah yang dilakukan Kombes Ganis Setyaningrum di tengah kesibukannya sebagai Direktur Reserse Kriminal Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Jatim.

Keinginannya untuk terus menimba ilmu mendapat ganjaran gelar doktor yang diraihnya dengan predikat sangat memuaskan dari Universitas Airlangga (Unair).

Gelar doktor diraih perwira menengah itu setelah sukses mempertahankan disertasinya dalam Ujian Doktor Terbuka Program Studi S3 Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) Sekolah Pascasarjana Unair pada Rabu (24/6).

Disertasi Ganis berjudul ‘Anteseden Kemampuan Berubah Organisasi untuk Meningkatkan Kinerja Kepolisian: Studi Multilevel dalam Perspektif Kepemimpinan Polisi Wanita’.

Disertasi itu mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan organisasi kepolisian beradaptasi terhadap perubahan dengan menempatkan kepemimpinan Polwan sebagai salah satu elemen penting.

Dalam disertasinya, Ganis memaparkan bahwa perubahan lingkungan strategis yang begitu cepat menuntut institusi kepolisian untuk terus bertransformasi.

Menurut Ganis, kemampuan organisasi untuk berubah menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat kinerja internal kepolisian.

“Alhamdulillah sidang terbuka hari ini berjalan lancar. Banyak pertanyaan yang muncul dari para promotor, penyanggah, maupun akademisi yang hadir terkait bagaimana peran Polwan dan kontribusi yang dapat diberikan kepada institusi kepolisian saat ini. Melalui penelitian ini kami ingin menunjukkan bahwa Polwan memiliki peran penting dalam mendukung perubahan organisasi dan peningkatan kinerja kepolisian” ujar Ganis.

Penelitian tersebut juga menyoroti pentingnya kepemimpinan transformasional yang mampu mendorong anggota organisasi untuk beradaptasi, berinovasi, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Menurut Ganis, kemampuan tersebut menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar dalam menghadapi tantangan kepolisian modern.

“Ke depan kami ingin menularkan semangat peningkatan kompetensi kepada rekan-rekan Polwan lainnya. Kompetensi harus terus ditingkatkan, baik melalui pendidikan formal, informal, maupun pelatihan-pelatihan yang mendukung pelaksanaan tugas. Semua itu dilakukan agar kita dapat memberikan kontribusi terbaik sesuai bidang tugas masing-masing,” lanjut Ganis.

Salah satu fokus yang akan terus diperkuat, kata Ganis, adalah peningkatan kapasitas Polwan dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas yang sejalan dengan tuntutan masyarakat yang menginginkan pelayanan kepolisian yang profesional, humanis, dan responsif terhadap berbagai persoalan sosial.

Ganis juga menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya budaya belajar sepanjang hayat dan tak berbatas waktu bagi setiap anggota Polri. Saat ini kesempatan yang diberikan kepada Polwan untuk berkembang dan menempuh pendidikan yang lebih tinggi harus dimanfaatkan secara optimal.

Perjalanan akademik Ganis sendiri terbilang menarik. Ia memiliki latar belakang pendidikan sarjana kimia dan pernah menjadi mahasiswa penerima beasiswa dari institusi kepolisian. Namun ketertarikannya untuk terus mengembangkan diri membuatnya tidak terpaku pada satu bidang ilmu.

Setelah menempuh pendidikan di bidang sains, ia kemudian memperluas wawasan dengan mempelajari hukum hingga akhirnya memilih program Doktor Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) di Unair.

“Bagi saya, di mana pun tempatnya adalah kelas dan setiap orang bisa menjadi guru. Karena itu saya ingin mempelajari bidang-bidang lain agar memiliki perspektif yang lebih komprehensif dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri,” ungkapnya.

Meski berhasil menyelesaikan studi dengan hasil membanggakan, perjalanan menuju gelar doktor tidaklah mudah. Ganis mengaku harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kesibukan tugas kedinasan hingga beberapa kali perpindahan penugasan yang menuntut konsentrasi tinggi. Namun dengan manajemen waktu yang baik serta dukungan keluarga, seluruh tantangan tersebut dapat dilalui.

“Tantangan terbesar adalah membagi waktu. Ada masa-masa ketika saya harus berpindah tugas dan menghadapi tanggung jawab yang membutuhkan konsentrasi penuh. Namun saya berusaha menjalani semuanya dengan baik tanpa mengabaikan prioritas yang harus diselesaikan,” katanya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.