KabarBaik.co, Bogor- Tekanan besar seusai kekalahan dramatis pada Game 2, tampaknya menjadi bahan bakar bagi Pelita Jaya Jakarta. Tim asuhan David Singleton bangkit dengan penampilan dominan untuk menundukkan Bogor Hornbills 74-61 pada Game 3 Final Indonesian Basket Ball (IBL) 2026 di GOR Laga Tangkas, Rabu (24/6) malam.
Kemenangan tersebut membawa Pelita Jaya sementara unggul 2-1 dalam seri best-of-five dan hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk mengunci gelar sekaligus mempertahankan makhota juara.
Pelita Jaya menunjukkan respons yang tepat setelah sempat kehilangan momentum pada pertandingan sebelumnya. Sejak kuarter pertama, mereka tampil lebih agresif dalam bertahan dan efektif saat menyerang, membuat para pemain Hornbills kesulitan menemukan ritme permainan.
Pertahanan rapat Pelita Jaya menjadi kunci kemenangan. Trio andalan Hornbills, Travin Thibodeaux, Kaleb Wesson, dan Stephaun Branch, dipaksa bekerja keras untuk mendapatkan poin. Minimnya ruang di area paint membuat tim tuan rumah kesulitan mengembangkan permainan, sementara Pelita Jaya mampu membangun keunggulan hingga 12 poin saat turun minum dengan skor 40-28.
Memasuki babak kedua, dominasi tim tamu semakin terlihat. Hornbills gagal menemukan solusi untuk membongkar pertahanan lawan, sedangkan Pelita Jaya terus menjaga konsistensi permainan hingga peluit akhir berbunyi.
Darious Moten tampil sebagai pencetak angka terbanyak bagi Pelita Jaya dengan 22 poin. Perrin Bufford menjadi motor permainan lewat catatan triple-double impresif, yakni 17 poin, 11 rebound, dan 10 assist. Kontribusi penting juga datang dari Jeff Withey yang membukukan double-double 11 poin dan 11 rebound, serta Andakara Prastawa Dhyaksa yang menambahkan 13 poin.
“Kekalahan kami di Game 2 bukan akhir segalanya. Kami mencoba tetap fokus dan berpikir positif. Sebelum pertandingan ini kami berbicara tentang bagaimana menjadi tim yang lebih baik,” ujar Bufford usai pertandingan.
Selain tampil lebih disiplin, Pelita Jaya juga berhasil memperbaiki salah satu kelemahan terbesarnya pada laga sebelumnya, yakni turnover. Setelah melakukan 22 turnover di Game 2, kali ini mereka hanya mencatat tujuh turnover sepanjang pertandingan.
Efektivitas permainan Pelita Jaya tercermin dari 24 poin yang mereka hasilkan di area paint, 13 second chance points, dan 10 fast break points. Mereka juga mampu mengubah sembilan turnover Hornbills menjadi 14 poin berharga.
“Pelatih memberikan game plan yang bagus dan petunjuk yang jelas tentang bagaimana menghadapi lawan satu per satu. Itu membuat kami lebih percaya diri, sambil tetap percaya satu sama lain sebagai sebuah tim,” kata Bufford, skuad Pelita Jaya dilansir dari laman IBL.
Di kubu Hornbills, Stephaun Branch menjadi pencetak angka terbanyak dengan 23 poin. Kaleb Wesson menyumbang 13 poin dan 13 rebound, sementara Travin Thibodeaux menorehkan 12 poin, delapan rebound, dan enam assist. Namun masalah foul membayangi performa tuan rumah. Thibodeaux harus meninggalkan lapangan lebih cepat setelah mengoleksi lima pelanggaran, sedangkan Wesson dibatasi empat foul.
Kini, tekanan beralih ke Hornbills. Game 4 yang akan berlangsung di GOR Laga Tangkas, Jumat (26/6) malam, akan menjadi laga hidup-mati bagi wakil Bogor tersebut. Pelita Jaya hanya berjarak satu kemenangan dari gelar juara IBL 2026, sedangkan Hornbills wajib menang jika ingin memaksa seri berlanjut ke Game 5 yang dijadwalkan kembali berlangsung di Jakarta.
Dengan momentum yang kembali berada di tangan mereka, Pelita Jaya berada di ambang mempertahankan dominasi dan menuntaskan misi juara di kandang lawan. Namun, diprediksikan Bogor Hornbills akan memberikan perlawanan sehingga skor menjadi 2-2. (*)






