KabarBaik.co, Jakarta – Pengalaman berbicara pada saat yang paling menentukan. Sang juara bertahan Pelita Jaya Jakarta sukses mencuri kemenangan dramatis 90-87 atas Bogor Hornbills melalui babak tambahan waktu (overtime) dalam gim pertama Final Indonesian Basketball League (IBL) 2026 di GOR Soemantri Brodjonegoro (GMSB), Jakarta, Jumat (19/6) malam. Hasil ini membuat Pelita Jaya sementara unggul 1-0 dalam seri final berformat best-of-five.
Perrin Buford menjadi sosok pembeda bagi tuan rumah. Small forward andalan Pelita Jaya itu tampil nyaris mencatat triple-double dengan torehan 32 poin, 11 rebound, dan sembilan assist. Saat pertandingan berlangsung ketat hingga detik terakhir, pemain asal AS itu menunjukkan ketenangannya untuk menjaga peluang timnya meraih kemenangan perdana di partai puncak.
Di kubu Bogor Hornbills, Travin Thibodeaux kembali membuktikan statusnya sebagai salah seorang pemain paling berpengaruh musim ini. Power forward yang menjadi motor permainan tim asuhan Cesar Camara tersebut membukukan double-double 22 poin dan 10 rebound, ditambah tujuh assist. Namun, aksinya belum cukup untuk membawa tim debutan final itu mencuri kemenangan di kandang lawan.
Sejak tip-off, pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi. Pelita Jaya membuka keunggulan melalui dunk Jeff Withey sebelum Buford menambah poin lewat tembakan tiga angka. Namun, Hornbills langsung merespons melalui David Nuban dan Antoni Erga yang juga sukses melepaskan tembakan dari luar garis tiga poin.
Pertarungan kemudian berkembang menjadi duel terbuka. Kedua tim silih berganti melancarkan serangan cepat dan saling membalas tripoin. Stephaun Branch, Kaleb Wesson, hingga Agassi Goantara ikut meramaikan pesta tembakan jarak jauh yang membuat kuarter pertama berakhir imbang 19-19.
Memasuki kuarter kedua, tensi pertandingan semakin meningkat. Kedua pelatih menerapkan tekanan penuh melalui skema man-to-man full court press yang membuat laga berlangsung keras dan intens. Tak ada tim yang mampu menciptakan jarak aman hingga skor kembali sama kuat 35-35 saat turun minum.
Hornbills sempat mengambil alih momentum pada kuarter ketiga. Kombinasi permainan dalam yang diperagakan Thibodeaux dan Wesson, serta dukungan tembakan perimeter dari Nuban, Branch, dan Fhirdan Guntara membuat tim tamu unggul 46-41.
Lagi-lagi Pelita Jaya menunjukkan kematangan sebagai langganan final IBL dengan memangkas selisih menjadi 55-58 saat kuarter ketiga berakhir. Diketahui, Pelita Jaya datang ke final dengan pengalaman tampil beruntun di partai puncak, sementara Hornbills mencetak sejarah dengan lolos ke final untuk kali pertama.
Drama sesungguhnya terjadi pada kuarter keempat. Kedua tim bergantian memimpin skor dalam duel yang berlangsung ketat hingga detik-detik akhir. Setelah Fhirdan Guntara harus meninggalkan lapangan akibat foul out, Hornbills masih mampu menjaga persaingan tetap terbuka.
Ketika kemenangan tampak menjauh dari Pelita Jaya, Buford muncul sebagai penyelamat. Driving lay-up yang ia lesakkan dua detik sebelum buzzer memaksa skor menjadi 76-76 dan membawa pertandingan ke babak overtime.
Pada lima menit tambahan, pengalaman dan ketenangan menjadi pembeda. Pelita Jaya mampu memanfaatkan peluang dari garis lemparan bebas pada momen-momen krusial, sementara Hornbills gagal memaksimalkan beberapa kesempatan penting. Laga akhirnya ditutup dengan kemenangan 90-87 untuk tuan rumah.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi tim asuhan David Singleton dalam upaya merebut kembali gelar juara IBL. Tapi, tentu saja perjuangan masih panjang. Sebab, Hornbills telah menunjukkan bahwa mereka mampu memberi perlawanan sengit kepada salah satu tim paling berpengalaman di liga basket paling bergengsi di tanah air ini.
Gim kedua Final IBL 2026 akan kembali berlangsung di GMSB, Jakarta, pada Minggu (21/6) malam. DI laga ini, tampaknya Pelita Jaya berpeluang memperlebar keunggulan, sementara Hornbills memburu kemenangan untuk menyamakan kedudukan dalam seri 1-1, sebelum nanti giliran menjadi tuan rumah pada gim ketiga dan keempat. (*)






