KabarBaik.co, Jakarta- Satria Muda Pertamina Bandung kembali menunjukkan mental juara di panggung playoff IBL GoPay 2026. Dalam laga penuh tensi dan pergantian momentum, mereka berhasil menyingkirkan Hangtuah Jakarta dengan skor ketat 105–100 di Bandung Arena, Rabu malam, sekaligus menjadi tim pertama yang memastikan tiket semifinal.
Kemenangan tersebut sekaligus menegaskan dominasi Satria Muda di seri best-of-three putaran pertama dengan kemenangan 2–0, setelah sebelumnya juga unggul 96–80 di gim pembuka.
Namun, jalan menuju semifinal itu tidak mudah. Hangtuah tampil agresif sejak awal dan sempat mengejutkan tuan rumah dengan keunggulan 30–19 di kuarter pertama. Intensitas tinggi terus berlanjut. Bahkan Hangtuah masih mampu menjaga momentum hingga berbalik unggul 77–76 di akhir kuarter ketiga lewat tembakan penentu Hornsby.
Pertandingan yang sempat terlihat akan lepas dari genggaman Satria Muda itu akhirnya berubah arah di kuarter terakhir. Di momen krusial, Yudha Saputera tampil sebagai pembeda. Point guard andalan tersebut mencetak 14 poin di kuarter penutup. Termasuk tiga tembakan tiga angka yang mematikan momentum Hangtuah.
Yudha menutup laga dengan catatan solid 17 poin, 7 assist, 6 rebound, dan 1 block, sekaligus mempertegas perannya sebagai motor permainan Satria Muda di fase penting playoff.
Di belakang Yudha, kontribusi kolektif Satria Muda juga menjadi kunci. Abraham Damar Grahita dan Jalen Jones masing-masing menyumbang 17 dan 18 poin, sementara Niven Glover tampil eksplosif dengan 28 poin. Giorgi Bezhanishvili melengkapi dominasi paint area lewat double-double 16 poin dan 13 rebound.
Dari kubu Hangtuah, duet Jarvis Summers dan Nicholas Hornsby tampil luar biasa dengan total 68 poin. Summers mencetak 36 poin, sedangkan Hornsby menambahkan 32 poin dan 16 rebound. Namun performa impresif keduanya belum cukup untuk menghentikan kedalaman skuad Satria Muda.
Rivalitas dan Dinamika IBL Makin Terbuka
Kemenangan tersebut juga menegaskan wajah baru IBL dalam beberapa musim terakhir bahwa kompetisi semakin terbuka dan sulit diprediksi. Tidak lagi hanya soal dominasi satu tim, liga kini menjadi arena pertarungan banyak kekuatan.
Dalam beberapa musim terakhir, gelar juara IBL terus berganti tangan—mulai dari Satria Muda, Prawira Bandung, Pelita Jaya, hingga munculnya Dewa United sebagai juara baru. Situasi ini membuat setiap musim selalu menghadirkan cerita berbeda, di mana playoff menjadi panggung utama perebutan “tahta basket Indonesia”.
Di tengah persaingan itu, Satria Muda tetap menjadi salah satu standar tertinggi kompetisi. Sebagai tim dengan koleksi gelar terbanyak sepanjang sejarah modern IBL, mereka terus berada di pusat rivalitas besar liga, terutama dengan Pelita Jaya dan kini juga ancaman baru dari tim-tim seperti Dewa United dan Prawira Bandung.
Dengan kemenangan atas Hangtuah, Satria Muda kembali membuktikan satu hal bahwa di playoff IBL, sejarah dan reputasi tidak cukup—yang menentukan adalah eksekusi di detik-detik terakhir.
Selanjutnya, Satria Muda akan menunggu lawan di semifinal yang masih diperebutkan antara Bogor Hornbills dan Kesatria Bengawan Solo yang akan melakoni gim ketiga pada 30 Mei. (*)






