KabarBaik.co, Bojonegoro– Pemkab Bojonegoro terus mendorong peningkatan investasi di berbagai sektor. Pada triwulan I tahun ini, nilai investasi yang berhasil dihimpun mencapai Rp 1,54 triliun, dengan dominasi berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN).
Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bojonegoro Palupi Hadi Ratih Dewanti mengatakan pihaknya secara rutin merilis data investasi setiap triwulan.
“Kami mengeluarkan data per triwulan,” ujarnya, Selasa (12/5).
Ia menjelaskan investasi di Bojonegoro terbagi dalam dua kategori, yakni PMDN dan penanaman modal asing (PMA). Secara keseluruhan, terdapat 23 sektor investasi yang tercatat oleh DPMPTSP.
Pada sektor PMDN, nilai investasi mencapai Rp 1,53 triliun dengan total tenaga kerja yang terserap sebanyak 12.674 orang. Dari 23 sektor yang ada, hanya dua sektor PMDN yang belum mencatatkan nilai investasi, yakni industri barang dari kulit dan alas kaki serta industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lainnya.
Adapun sektor dengan nilai investasi tertinggi pada PMDN meliputi jasa lainnya sebesar Rp 506,1 miliar, perdagangan dan reparasi Rp 304 miliar, tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan Rp 127,1 miliar, konstruksi Rp 125,3 miliar, serta industri kimia dan farmasi Rp 121,2 miliar.
Sementara itu, pada sektor PMA tercatat investasi dari tiga bidang usaha, yaitu industri barang dari kulit dan alas kaki sebesar Rp 10,6 miliar, perdagangan dan reparasi Rp 147,3 juta, serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp 30,1 juta. Total tenaga kerja yang terserap dari sektor PMA mencapai 5.895 orang.
“Total investasi seluruh sektor, baik PMDN maupun PMA, mencapai Rp 1,54 triliun dengan total tenaga kerja 12.714 orang,” pungkas Palupi. (*)






