KabarBaik.co, Nganjuk – BPBD Nganjuk terus gencar meningkatkan edukasi kesiapsiagaan bencana kepada generasi muda. Kegiatan sosialisasi digelar di MTs Aisyiyah 1 Nganjuk dalam rangka program Ramadhan My Home (MadHome), diikuti oleh siswa kelas VII hingga IX yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap materi yang disampaikan.
“Bencana memang tidak bisa diprediksi kapan datangnya. Namun, kesiapsiagaan dapat dilatih sejak dini agar ketika situasi darurat terjadi, kita tidak panik dan mampu mengambil langkah yang tepat untuk menyelamatkan diri,” ujar Analis Kebijakan Ahli Muda BPBD Nganjuk Erwin Naharuddin, Sabtu (7/3)
Para siswa mendapatkan pemaparan materi komprehensif mengenai siaga bencana di sekolah, mulai dari mengenali potensi bencana di sekitar lingkungan, memahami jalur evakuasi, hingga mengetahui titik kumpul aman saat kondisi darurat. Suasana kegiatan menjadi lebih interaktif dengan banyaknya pertanyaan dan diskusi yang diajukan siswa terkait langkah-langkah penyelamatan diri.
“Kegiatan edukasi seperti ini bertujuan untuk membangun budaya sadar bencana di kalangan pelajar. Dengan bekal pengetahuan yang memadai, diharapkan para siswa dapat menjadi lebih sigap dan tidak panik ketika menghadapi situasi darurat,” jelasnya.
Selain pemaparan teoritis, kegiatan juga diisi dengan simulasi evakuasi gempa bumi yang menjadi bagian penting dari sosialisasi. Melalui simulasi tersebut, siswa diajak langsung mempraktikkan tindakan yang harus dilakukan saat terjadi guncangan, seperti berlindung di tempat aman, menjaga ketenangan, serta mengikuti jalur evakuasi menuju titik kumpul dengan tertib.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya pelajar, untuk selalu mengenali potensi bencana di lingkungan sekitar, memahami jalur evakuasi, serta tetap tenang saat terjadi keadaan darurat,” tambah Erwin.
Diharapkan para siswa tidak hanya memahami teori kesiapsiagaan bencana, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari demi meningkatkan keselamatan diri dan lingkungan sekitar. Semangat yang terus digaungkan BPBD Nganjuk dalam membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana adalah “Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan”. (*)






